Kamis, 03 November 2011

ASKEP CHF

PENGKAJIAN
1. Pernafasan: ada tdknya krekels dan whezing
2. jantung: ada tdknya S3 / S4
3. Frekuensi denyut jantung: terlalu cepat atau lambat
4. Ada tidaknya edema
5. Ada tidaknya Distensi Vena Jugularis
6. Haluaran urin: ps bisa mengalami oliguri ataupun anuria

ANALISA DATA
1.DS
a. status respiratori (dyspnea, orthopnea)
b. tanda-tanda retensi cairan (kenaikan BB,kulit terasa bengkak)
c. kemampuan mengerjakan kegiatan sehari-hari
d. kenyamanan (nyeri abdomen)
e. Pengetahuan tentang kondisi dan jenis pengobatan
f. kemampuan menaati pengabatan yg di berikan
2. DO
a. ada tidaknya distensi vena pada leher
b. ada tidaknya edema (lokasi, derajat)
c. distensi abdomen
d. bunyi nafas
e. tingkat kesadaran
f. kesulitan bernafas pd waktu aktifitas

DIAGNOSA DAN INTERVENSI
1.Intoleransi aktivitas b.d kelelahan & dyspnea akibat turunnya curah jantung.
- Tujuan: ps mengalami penurunan kelelahan & dyspnea
- Kriteria Hasil:
a. ps mampu beristirahat scr adekuat baik fisik maupun emosional
b. ps berada pd tempat yg tepat yg dpt mengurangi kelelahan & dyspnea
c. ps mematuhi aturan pengobatan
-INTERVENSI
a.Auskultasi nadi apikal, kaji frekuensi irama jantung
b. Palpasi nadi perifer
c. Kaji kulit terhadap pucat & sianosis
d.Evaluasi thd peningkatan intoleransi aktifitas
e.Berikan istirahat psikologi dg lingk. tenang, membantu ps menghindari situasi stres
f.Berikan O2 tambahan dg kanula nasal/masker sesuai indikasi


2. Kelebihan vol. cairan b.d menurunnya laju filtrasi glomelurus
- Tujuan:
a. vol. cairan stabil dg keseimbangan masukan & pengeluaran
b. BB stabil dan tidak ada edema
- Kriteria hasil : pasien menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan individual
-intervensi
a. Pantau haluaran urin, catat jml & warna
b. Kaji distesi leher & pemb. perifer lihat area tubuh thd edema dg/ tnpa pitting
c.Auskultasi bunyi nafas, catat penurunan bunyi tambahan (krekels, mengi) catat adanya peningkatan dyspnea, takipnea, ortopnea
d. Palpasi hepatomegali. Catat keluhan nyeri abdomen kuadran kanan atas/nyeri teka
e. Mempertahankan cairan/ pembatasan natriun sesuai indikasi

3. Resiko tinggi thd kerusakan integitas kulit B.d tirah baring lama
- Tujuan: pasien terhindar dr integritas kulit yg dpt berkembang mjd infeksi
- Kriteria hasil:
a. pasien dpt mempertahankan integritas kulit
b. pasien dpt mendemonstrasikan perilaku atau teknik cegah kerusakan kulit
-intervensi
a. Lihat kulit, catat penonjolan tulang, adanya edema, area sirkulasinya terganggu/ pigmentasi atau kegemukan/kurus
b.Ubah posisi sering di tempet tidur/kursi, bantu latihan rentang gerak pasif/aktif
c. Berikan perawatan kulit sering, meminimalkan dengan kelembaban/ekskresi
d. Berikan tekanan alternatif/kasur, kulit domba, perlindungan siku/tumit

4. Potensial kurang pengetahuan mengenai program pengobatan b.d tdk bisa menerima perubahan gaya hidup yg dianjurkan
- Tujuan:
a. ps mampu mematuhi aturan perawatan diri
b. ps dpt memahami ttg program pengobatan yg telah diberikan
c. ps dpt menerima perubahan gaya hidup yg tlh dianjurkan
- Kriteria hasil:
a. mengidentifikasi program pengobatan utk mencegah komplikasi
b. melakukan perubahan pola hidup/perilaku yg perlu
-intervensi
a. Diskusikan pentingnya mjd seaktif mungkin tnpa mjd kelelahan dan istirahat diantara aktivitas
b. Diskusikan obat, tujuan dan efek samping. Berikan instruksi scr verbal dan tertulis
c. Jelaskan & diskusikan peran ps dlm mengontrol faktor resiko, misal merokok dan faktor pencetus/ pemberat
d. Berikan kesempatan pd ps/org terdekat utk menanyakan, mendiskusikan maslh & membuat perubahan pola hidup yg perlu
e. Rujuk pd sumber di masy./kelompok pendukung sesuai indikasi

askep hipertensi

1. DEFINISI
Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik >160 mm Hg dan atau tekanan darah diastoik > 90 mm Hg, setidaknya ditemukan dalam 3 kali pengukuran pada waktu yang berbeda

2. PATOFISIOLOGI
-Tekanan darah : cardiac output (CO) X tahanan tepi (2.TPR)
-Semua faktor yang mempengaruhi CO dan TPR  mempengaruhi tekanan darah
-CO ditentukan isi sekuncup dan frekuensi nadi
-TPR ditentukan oleh sistem saraf simpatis (meningkatkan), para simpatis (menurunkan)

3. SISTEM KONTROL TEKANAN DARAH
-Sistem baroreseptor
-Pengaturan volume cairan
-Renin angitensin
-Autoreguasi vaskuler
Gangguan pada salah satu regulator >> Hipertensi

4. KLASIFIKASI
90-104 : ringan
104-114 : sedang
115-130 : berat
>130 : maligna

5. PENYEBAB
90 % tidak diketahu (primer)
10 % diketahui sekunder :
-Peyakit parenkim ginjal
-Gangguan endokrin
-Koartasio aorta
-Neurogenik (tumor, ensefalitis)

6.FX.RESIKO
Usia
Obesitas
Intake lemak jenuh
Merokok
Alkohol
Stress
Kontrasepsi hormonal
Intake garam >>

7.LABORAT
-Tidak memberikan gambaran spesifik
-Mungkin ditemukan :
Protein uria
Hematuria
Kreatinin darah meningkat
Kadar triglisrida mningkat
Kolesterol meningkat

8. PEM. DIAGNOSTIK
Foto torak : pembesaran ventrikel kiri
IVP (intra venous pielography) :
EKG : kompleks QRS melebar dan tinggi  hiperterpi ventrikel

9. KOMPLIKASI
Stroke
Penyakit jantung koroner
Gagal jantung
Pembesaran ventrikel kiri
infark serebri
Perdarah di mata
10. PENATALAKSANAAN MEDIS
-Tirah Baring
-Diit rendah kalori rendah garam
-Obat anti hipertensi :
Angiotensini Converting Enzim (ACE) inhibitor : captopril, Ramipril
Beta bloker : nifedipin, nicardipin
Alfa adrenergik : Metyldopa, clonidine hidrochloride (catapres)
Antiadrenergik perifer : reserpin, Guanadel
Diuritik :lasix, furosemid



PENGKAJIAN
1. Data Subyektif
Sakit kepala
Pusing
Tegang
Wajah terasa panas dan merah
Mata berkunang-kunang
Ingin tidur terus
Tremor
Lemah
Kadang epistaksis
Mudah tersinggung
Banyak keringat
Mual-muntah
Gelisah
Pola diit tidak seimbang
Merokok
Alkohol
Nocturia
2. DATA OBYEKTIF
Tekanan darah sistolik > 160 mmHg
Tekanan darah diastolik > 90 mmHg
Takikardi
Wajah tampak merah
Ekspresi wajah kesakitan
Epistaksis (kadang)
edema
Berat badan > 10 % diatas normal


DIAGNOSA DAN INTERVENSI

1. Kecemasan berhubungan dengan gejala yang ada, kemungkinan cacad, meninggal dunia dan lingkungan baru
Kaji tingkat kecemasan
Kaji kemmapuan koping
Beri kesempatan ungkapkan perasaan
Beri penjelasan yang dibutuhkan
Anjurkan keluarga untuk memberi dukungan
Ciptakan lingkungan yang nyaman
Jelaskan bahwa gejala akan hilang bila tekanan darah terkontrol.
Berikan pujian terhadap keberhasilan klien

2. Nyeri kepala berhubungan dnegan peningkatan tekanan vaskuler otak
Kaji tanda dan karakteristik nyeri
Anjurkan mengurangi nyeri dnegan : tirah baring, tidak berubah posisi mendadak, tehnik relaksasi atau distraksi
Monitoring tanda vital
Berikan terapi anti hipertensi sesuai program medik.

3.Resiko penurunan kardiak output berhubungan dnegan peningkatan tahanan tepi
Monitor tanda-tanda penurunan CO : gelisah, bingung, nyeri kepala, pucat, sianosis, capilary refill > 3 detik
Pemberian obat anti hipertensi sesuai program
Batasi rangsangan simpatis : kurangi cemas, berikan rasa nyaman, batasi minuman kopi, the, coklat.
Pembatasan garam, lemak, dam koelsterol
Monitor inatke-output cairan
Lapotkan ke dokter bila perfusi memburuk

4. Gangguan persepsi sensoris pengliohatan berubungan dengan perubahan retina
Kaji keadaan mata : perdarahan retina, edema pupil, eksudat
Pantau gejalapenglihatan kabur
Monitor tekanan darah
Bila penglihatan terganggu ; orientasikanlingkungan, pasang pengaman tempat tidur, letakan barang yang dibutuhkan di dekat klien
Bantu pemenuhan ADL

5. Tidak toleran terhadap aktifitas berhubungan dengan menurunnya oksigenasi jaringan
Jelaskan pentingnya istirahat
Batasa aktifitas
Buat jadwal perawatan (tidak menggangu istirahat)
Bantu dalam perawatan diri
Ajarkan cara menghemat energi
Tingkatkan intake nutrisi
Kaji kemampuan beraktifitas : nadi, respirasi, kelelahan, sinkope, keringat dingin
Tingkatkan aktifitas secara bertahap

6. Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan dan efek samping, pengaturan diit, dna komplikasi
Penjelasan tentang hipertensi dan efek fisiologisnya
Tekankan petingnya terapi secar teratur
Jelaskan faktor resiko
Jelaskan progam diit dan olahraga
Ajrkan cara mengurangi stres : relaksasi, meditasi, hipnoterapi, dll.

By :
Free Blog Templates