Hidup kita dikelilingi oleh bahan pemicu kanker. Ada formalin, boraks, dan zat kimia lain, berbagai senyawa dalam makanan, aneka polutan dan banyak lagi. Kenali zat-zat itu dan hindari pemakaiannya, agar kita awet sehat.
Kecerobohan dan ketidaktahuan seringkali mambahayakan kesehatan kita sendiri. Sudah tahu kalau formalin adalah bahan pengawet mayat, orang tetap nekat memakainya, mengawetkan susu kedelai, mempercepat pengeringan ikan asin dan sebagainya.
Bahan pewarna pakaian juga dignakan untuk mempercerah penampilan kerang basah, terasi, serta berbagai macam jajanan. Sementara boraks digunakan untuk pengawet makanan seperti mi, bakso, dan kerupuk. “Biar kenyal, Mas,” ujaar penjual bakso di sebuah pasar di Jakarta Selatan kepada SENIOR.
Di dalam formalin terkandung formaldehid dalam air, yang menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry, Amerika Serikat, berfngsi sebagai disinfektan (penyuci atau pembasmi hama).
Bahan ini seharusnya digunakan untuk industri plastik, busa, resin untukkertasm karpet, tekstil, cat dan furnitur. Zat ini sangat iritatif erta mampu menimbulkan luka bakar, bahkan bisa mematikan.
Boraks juga merupakan bahan antibateri dan antijamur yang lazim digunakan untuk urusan di luar tubuh. Bahan ini biasanya dipakai untuk pengawet pada industri kayu dan produk antiseptik toilet.
Bisa kita bayangkan bila bahan-bahan itu masuk ke dalam tubuh, lalu menyebar lewat pembuluh darah. Organ-organ tubuh pun akan teracuni dan terutama ginjal serta hati harus bekerja ekstra keras. Akibatnya, organ ini bisa mengalami kerusakan. Repotnya lagi, sel-sel tubuh akan bermutasi akibat senyawa asing dan muncullah kanker.
Butuh waktu lama
Penelitian atas efek mutagen serta karsinogen (penyebab kanker) berbagai zat kimia tambahan pada makanan yang sudah berlangsung sejak tahun 1949di AS membuktikan, sekitar 98 persen senyawa mutagen juga karsinogenik.
Sekarang memang berkeliaran senyawa pemicu mutasi sel atau senyawa mutagen yang bisa berubah menjadi sel kanker pada makanan yang kita konsumsi, tetapi terjadinya mutasi sel tidak secept yang dibayangkan. Karena itu, gejala kanker tidak terjad dalam sekejab.
Prof, Ali Khomsanm guru besar Jurusan Gizi Keluarga IPB, menyebutkan bahwa kanker berkembang sangat lambat dalam tubuh manusia. Setidaknya dibutuhkan waktu 5-10 tahun setelah seseorang berkontak dengan bahan karsinogenik (pemicu kanker).
Berubahnya sifat genetik suatu sel yang disebabkan oleh perubahan, struktur molekul, atau urutan nukleotida yang menyusun gen atau mutasi ini tejradi sekali dari sejuta kejadian.
Selain butuh waktu lama, menurut Dr. Asrul Harsal, Sp,PD-KHOM, dari RS Kanker Dharmais, penyebab kanker sebenarnya bersifat kompleks. Sebagian kanker muncul akibat kondisi lingkungan luar seperti asap rokok, polusi udara, sinar ultra violet, cemaran pestisida dan lainnya.
Karena itu, tegas Prof, Ali, sebenarnya untuk menyebutkan apakah suatu zaat menyebabkan kanker tidaklah mudah. Perlu percobaan pada binatanglebih dahulu, setidaknya sampai dua-tiga tahun. Baru setelah itu, kita bisa yakin bahwa zat tersebut menyebabkan kanker.
Namun, bisa jadi pada hewan tertentu zat tersebut menimbulkan kanker,, sementara pada hewan lain tidak. Demikian juga pada manusia. Belum tentu pada hewan percobaan suatu zat menyebabkan kanker, lalu pada manusia dengan sendirinya akan menimbulkan kondisi serupa.
Sebagai contoh senyawa akrilamid yang bisa ditemukan pada keripik kentang, sereal, roti kering (makanan yang diolah dengan suhu tinggi). Berdasar penelitian pada hewan, akrilamid dapat dikategorikan sebagai penyebab kanker.
Namun hasil riset para peneliti dari Harvard School of public Health dan Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, yang dimuat dalam British, Journak of Cancer edisi Selasa, 28 Januari 2003, belum ada fata sahih yang menunjukkan bahwa akrilamid dalam makanan berpotensi memicu kanker pada manusia, meski dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Bau Tengik
Meski beberapa senyawa tambahan itu belum tentu menyebabkan kanker bagi manusia, Prof Ali menyarakan agar kita tetap hati-hati dengan potensi karsinogennya. Kita juga perlu mengenalinya karena konsumsi dalam jangka panjang tetap saja membahayakan tubuh.
Beberapa senyawa pemicu kanker bisa muncul karena memang ditambahkan pada makanan, seperti kasus boraks dan formalin, sebaiknya, lota juga harus waspada karena senyawa pemicu kanker bisa terkandung secara alami dalam makanan.
Berbagai senyawa pemicu kanker alami yang layak kita waspadai misalnya hydrazine pada jamur (jamur merang, jamur kuping, dan lain-lain). Juga pada jamur champignon (Agaricus bisporus) atau jamur kancung yang mengandung 300 mg agaritine atau 4-hydroxymethylphenylhydrazine per 100 gramnya.
Pada proses metabolsime, agaritine berubah menjadi turunan diazonium dan sifatnya sangat karsinogenik. Pada sebuah uji coba, agaritine sebanyak 400 nanogram per 100 gram bisa menimbulkan 30 persen tumor lambung pada tikus.
Pada kentang berwarna hijau yang mengandung glikoalkaloid, terdapat dua senyawa yang bersifaat karsinogen, yakni solanin dan chaconine. Kedua senyawa ini menyebabkan kentang menjadi beracun.
Yang tidak kitaketahui adalah munculnya hidrogen peroksida (H202), yang dihasilkan oleh Quinon dan beberapa prekursor fenol dari apel, pisang, roti panggang dan makanan lain yang telah berwarna cokelat karena terlalu lama disimpan. Hal ini mengakibatkan terjadinya oksida lemak dalam membran sel dan menyebabkan kerusakan DNA.
Cemaran mutagen lain yang sering timbul bila bahan makanan lama tidak dimanfaatkan adalah senyawa aflatoksin.
Senyawa ini muncul akibat makanan tercemar sejenis jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, serta asam lemak bebas hasil oksidasi lemak (atau tercampur jamur tertentu).
Tanda-tanda munculnya senyawa ini adalah abu tengik, misalnya pada jagung, kacang tanah, keju, bumbu pecel dan selai kacang. Kalau sudah begini, buang semua makanan itu, jangan sekali-kali mengonsumsinya.
Beberapa jenis jamur yang menghasilkan racun karsiogenik biasanya berwarna mencolok, biru atau merah. Baunya pun menyengat.
Yang alami saja
Bisa jadi masih banyak bahan makanan lain yang mengandung senyawa bersifaat karsinogen, Menurut Program Idrus Jus’at MSc, Ph,D, Ketua Program Studi Ilmu Gizi Universitas Indonesia Esa Unggul, menghindari makanan olahan (yang sudah dikemas) adalah langkah terbaik mengurangi risiko terpapar zat pemicu kanker tersebut.
Anda busa mengasup makanan yang diolah secara sederhana dan diolah sendiri bila ingin sehat. Konsumsi bahan alami seperti sayur dan buah perlu diperbanyak. Penglahan paling sederhana dan sangat baik, yakni merebus kurang darilima menit tanpa tambahan apa pun. “Itu langkah paling aman,” kata Idrus.
Meski kelihatannya tidak nikmat, sayuran memiliki rasa yang bisa membantu meningkatkan selera makan. Labu siam misalnya, bila hanya direbus tanpa tambahan apapun, rasanya manis.
Langkah lain yang bisa ditempuh adalah menghindari makanan berlemak tinggi seperti daging. Tubuh kita pada dasarnya didesain untuk menikmati sayur dan buah, bukang daging. Terbukti dari panjangnya usus kita. Hewan pemakan daging memiliki usus yang lebih pendek daripada manusia.
Yang juga penting, sebaiknya hindari makanan berpengawet, berpewarna, dan perpenguat rasa. Semua itu mudah kita temui pada makanan instan dan makanan kemasan lain. “KOnsumsi makanan alami saja, lebih menyehatkan,”ujarnya.
Sabtu, 03 Desember 2011
PEMICU KANKER DIMAKANAN
Diposting oleh elfrida prastiwi di 02.46Kamis, 03 November 2011
ASKEP CHF
Diposting oleh elfrida prastiwi di 07.52PENGKAJIAN
1. Pernafasan: ada tdknya krekels dan whezing
2. jantung: ada tdknya S3 / S4
3. Frekuensi denyut jantung: terlalu cepat atau lambat
4. Ada tidaknya edema
5. Ada tidaknya Distensi Vena Jugularis
6. Haluaran urin: ps bisa mengalami oliguri ataupun anuria
ANALISA DATA
1.DS
a. status respiratori (dyspnea, orthopnea)
b. tanda-tanda retensi cairan (kenaikan BB,kulit terasa bengkak)
c. kemampuan mengerjakan kegiatan sehari-hari
d. kenyamanan (nyeri abdomen)
e. Pengetahuan tentang kondisi dan jenis pengobatan
f. kemampuan menaati pengabatan yg di berikan
2. DO
a. ada tidaknya distensi vena pada leher
b. ada tidaknya edema (lokasi, derajat)
c. distensi abdomen
d. bunyi nafas
e. tingkat kesadaran
f. kesulitan bernafas pd waktu aktifitas
DIAGNOSA DAN INTERVENSI
1.Intoleransi aktivitas b.d kelelahan & dyspnea akibat turunnya curah jantung.
- Tujuan: ps mengalami penurunan kelelahan & dyspnea
- Kriteria Hasil:
a. ps mampu beristirahat scr adekuat baik fisik maupun emosional
b. ps berada pd tempat yg tepat yg dpt mengurangi kelelahan & dyspnea
c. ps mematuhi aturan pengobatan
-INTERVENSI
a.Auskultasi nadi apikal, kaji frekuensi irama jantung
b. Palpasi nadi perifer
c. Kaji kulit terhadap pucat & sianosis
d.Evaluasi thd peningkatan intoleransi aktifitas
e.Berikan istirahat psikologi dg lingk. tenang, membantu ps menghindari situasi stres
f.Berikan O2 tambahan dg kanula nasal/masker sesuai indikasi
2. Kelebihan vol. cairan b.d menurunnya laju filtrasi glomelurus
- Tujuan:
a. vol. cairan stabil dg keseimbangan masukan & pengeluaran
b. BB stabil dan tidak ada edema
- Kriteria hasil : pasien menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan individual
-intervensi
a. Pantau haluaran urin, catat jml & warna
b. Kaji distesi leher & pemb. perifer lihat area tubuh thd edema dg/ tnpa pitting
c.Auskultasi bunyi nafas, catat penurunan bunyi tambahan (krekels, mengi) catat adanya peningkatan dyspnea, takipnea, ortopnea
d. Palpasi hepatomegali. Catat keluhan nyeri abdomen kuadran kanan atas/nyeri teka
e. Mempertahankan cairan/ pembatasan natriun sesuai indikasi
3. Resiko tinggi thd kerusakan integitas kulit B.d tirah baring lama
- Tujuan: pasien terhindar dr integritas kulit yg dpt berkembang mjd infeksi
- Kriteria hasil:
a. pasien dpt mempertahankan integritas kulit
b. pasien dpt mendemonstrasikan perilaku atau teknik cegah kerusakan kulit
-intervensi
a. Lihat kulit, catat penonjolan tulang, adanya edema, area sirkulasinya terganggu/ pigmentasi atau kegemukan/kurus
b.Ubah posisi sering di tempet tidur/kursi, bantu latihan rentang gerak pasif/aktif
c. Berikan perawatan kulit sering, meminimalkan dengan kelembaban/ekskresi
d. Berikan tekanan alternatif/kasur, kulit domba, perlindungan siku/tumit
4. Potensial kurang pengetahuan mengenai program pengobatan b.d tdk bisa menerima perubahan gaya hidup yg dianjurkan
- Tujuan:
a. ps mampu mematuhi aturan perawatan diri
b. ps dpt memahami ttg program pengobatan yg telah diberikan
c. ps dpt menerima perubahan gaya hidup yg tlh dianjurkan
- Kriteria hasil:
a. mengidentifikasi program pengobatan utk mencegah komplikasi
b. melakukan perubahan pola hidup/perilaku yg perlu
-intervensi
a. Diskusikan pentingnya mjd seaktif mungkin tnpa mjd kelelahan dan istirahat diantara aktivitas
b. Diskusikan obat, tujuan dan efek samping. Berikan instruksi scr verbal dan tertulis
c. Jelaskan & diskusikan peran ps dlm mengontrol faktor resiko, misal merokok dan faktor pencetus/ pemberat
d. Berikan kesempatan pd ps/org terdekat utk menanyakan, mendiskusikan maslh & membuat perubahan pola hidup yg perlu
e. Rujuk pd sumber di masy./kelompok pendukung sesuai indikasi
askep hipertensi
Diposting oleh elfrida prastiwi di 07.201. DEFINISI
Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik >160 mm Hg dan atau tekanan darah diastoik > 90 mm Hg, setidaknya ditemukan dalam 3 kali pengukuran pada waktu yang berbeda
2. PATOFISIOLOGI
-Tekanan darah : cardiac output (CO) X tahanan tepi (2.TPR)
-Semua faktor yang mempengaruhi CO dan TPR mempengaruhi tekanan darah
-CO ditentukan isi sekuncup dan frekuensi nadi
-TPR ditentukan oleh sistem saraf simpatis (meningkatkan), para simpatis (menurunkan)
3. SISTEM KONTROL TEKANAN DARAH
-Sistem baroreseptor
-Pengaturan volume cairan
-Renin angitensin
-Autoreguasi vaskuler
Gangguan pada salah satu regulator >> Hipertensi
4. KLASIFIKASI
90-104 : ringan
104-114 : sedang
115-130 : berat
>130 : maligna
5. PENYEBAB
90 % tidak diketahu (primer)
10 % diketahui sekunder :
-Peyakit parenkim ginjal
-Gangguan endokrin
-Koartasio aorta
-Neurogenik (tumor, ensefalitis)
6.FX.RESIKO
Usia
Obesitas
Intake lemak jenuh
Merokok
Alkohol
Stress
Kontrasepsi hormonal
Intake garam >>
7.LABORAT
-Tidak memberikan gambaran spesifik
-Mungkin ditemukan :
Protein uria
Hematuria
Kreatinin darah meningkat
Kadar triglisrida mningkat
Kolesterol meningkat
8. PEM. DIAGNOSTIK
Foto torak : pembesaran ventrikel kiri
IVP (intra venous pielography) :
EKG : kompleks QRS melebar dan tinggi hiperterpi ventrikel
9. KOMPLIKASI
Stroke
Penyakit jantung koroner
Gagal jantung
Pembesaran ventrikel kiri
infark serebri
Perdarah di mata
10. PENATALAKSANAAN MEDIS
-Tirah Baring
-Diit rendah kalori rendah garam
-Obat anti hipertensi :
Angiotensini Converting Enzim (ACE) inhibitor : captopril, Ramipril
Beta bloker : nifedipin, nicardipin
Alfa adrenergik : Metyldopa, clonidine hidrochloride (catapres)
Antiadrenergik perifer : reserpin, Guanadel
Diuritik :lasix, furosemid
PENGKAJIAN
1. Data Subyektif
Sakit kepala
Pusing
Tegang
Wajah terasa panas dan merah
Mata berkunang-kunang
Ingin tidur terus
Tremor
Lemah
Kadang epistaksis
Mudah tersinggung
Banyak keringat
Mual-muntah
Gelisah
Pola diit tidak seimbang
Merokok
Alkohol
Nocturia
2. DATA OBYEKTIF
Tekanan darah sistolik > 160 mmHg
Tekanan darah diastolik > 90 mmHg
Takikardi
Wajah tampak merah
Ekspresi wajah kesakitan
Epistaksis (kadang)
edema
Berat badan > 10 % diatas normal
DIAGNOSA DAN INTERVENSI
1. Kecemasan berhubungan dengan gejala yang ada, kemungkinan cacad, meninggal dunia dan lingkungan baru
Kaji tingkat kecemasan
Kaji kemmapuan koping
Beri kesempatan ungkapkan perasaan
Beri penjelasan yang dibutuhkan
Anjurkan keluarga untuk memberi dukungan
Ciptakan lingkungan yang nyaman
Jelaskan bahwa gejala akan hilang bila tekanan darah terkontrol.
Berikan pujian terhadap keberhasilan klien
2. Nyeri kepala berhubungan dnegan peningkatan tekanan vaskuler otak
Kaji tanda dan karakteristik nyeri
Anjurkan mengurangi nyeri dnegan : tirah baring, tidak berubah posisi mendadak, tehnik relaksasi atau distraksi
Monitoring tanda vital
Berikan terapi anti hipertensi sesuai program medik.
3.Resiko penurunan kardiak output berhubungan dnegan peningkatan tahanan tepi
Monitor tanda-tanda penurunan CO : gelisah, bingung, nyeri kepala, pucat, sianosis, capilary refill > 3 detik
Pemberian obat anti hipertensi sesuai program
Batasi rangsangan simpatis : kurangi cemas, berikan rasa nyaman, batasi minuman kopi, the, coklat.
Pembatasan garam, lemak, dam koelsterol
Monitor inatke-output cairan
Lapotkan ke dokter bila perfusi memburuk
4. Gangguan persepsi sensoris pengliohatan berubungan dengan perubahan retina
Kaji keadaan mata : perdarahan retina, edema pupil, eksudat
Pantau gejalapenglihatan kabur
Monitor tekanan darah
Bila penglihatan terganggu ; orientasikanlingkungan, pasang pengaman tempat tidur, letakan barang yang dibutuhkan di dekat klien
Bantu pemenuhan ADL
5. Tidak toleran terhadap aktifitas berhubungan dengan menurunnya oksigenasi jaringan
Jelaskan pentingnya istirahat
Batasa aktifitas
Buat jadwal perawatan (tidak menggangu istirahat)
Bantu dalam perawatan diri
Ajarkan cara menghemat energi
Tingkatkan intake nutrisi
Kaji kemampuan beraktifitas : nadi, respirasi, kelelahan, sinkope, keringat dingin
Tingkatkan aktifitas secara bertahap
6. Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan dan efek samping, pengaturan diit, dna komplikasi
Penjelasan tentang hipertensi dan efek fisiologisnya
Tekankan petingnya terapi secar teratur
Jelaskan faktor resiko
Jelaskan progam diit dan olahraga
Ajrkan cara mengurangi stres : relaksasi, meditasi, hipnoterapi, dll.
Rabu, 26 Oktober 2011
kddk_body aligment
Diposting oleh elfrida prastiwi di 05.54BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Body alignment adalah susunan geometric bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Body alignmen yang baik akan meningkatkan keseimbangan yang optimal dan fungsi tubuh yang maksimal, dalam posisi berdiri, duduk, maupun tidur. Body aligment yang baik,meliputi keseimbangan pada persendian otot, tendon, serta ligamen.
Body Alignment yang baik dapat meningkatkan fungsi tangan yang baik,
mengurangi jumlah energi yang digunakan untuk mempertahankan keseimbangan, mengurangi kelelahan, memperluas ekspansi paru,meningkatkan sirkulasi renal dan fungsi gastrointestinal.Body alignment yang buruk dapat mengurangi penampilan individu dan mempengaruhi kesehatan yang dapat mengarah pada gangguan.
Perawat merupakan role model yang penting dalam mengajarkan kebiasaan yang sehat. Sehingga perlu pembahasan lebih mendalam lagi tentang body alignment bagi seorang perawat.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apa pengertian dari body aligment?
2. Apa saja prinsip dari body aligment?
3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi body alignment?
4. Bagaimana pengaturan gerakan body aligment?
5. Apa saja kelainan dari body alignment?
6. Bagimana proses Asuhan Keperawatan yang diberikan pada klien dengan kelainan body alignment?
C. Tujuan
1. .Tujuan Umum
Untuk mengetahui tentang pengertian, konsep, prinsip, serta macam-macam kelainan body alignment.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk menentukan Asuhan Keperawatan Klien dengan kelainan body alignment.
b. Dapat memberikan pendidikan kesehatan dalam menjaga body alignmen
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Postur tubuh merupakan susunan geometris dari bagian-bagian tubuh yang berhubungan dengan bagian tubuh lain. Bagian yang dipelajari dari postur tubuh adalah persendian, tendon, ligamen, dan otot. Apabila keempat bagian tersc:but digunakan dengan benar dan terjadi keseimbangan, maka dapat menjadikan fungsi tubuh maksimal, scperti dalam posisi duduk, berdiri dan berbaring yang benar.(....)
Postur tubuh seseorang adalah salah satu hal yang harus dikaji untuk melihat;status kesehatan,fisikal fitness,daya tarik seseorang.
Postur tubuh dapat menunjukkan;perasaan hati,harga diri,kepribadian.(....)
B. Prinsip Body Alignment
Prinsip body alignment adalah sebagai berikut:
a. Keseimbangan dapat dipertahankan jika garis gravitasi (line of gravity -garis imaginer vertikal) mclewati pusat gravitasi (center of gravity-titik yang berada di pertengahan garis tubuh) dan dasar tumpuan (base of support-posisi menyangga atau menopang tubuh).
b. The base of support lebih luas dan pusat gravity lebih rendah kestabilan dan keseimbangan lebih besar.
c. Jika line gravity berada diluar pusat dari base of support, energi lebih banyak digunakan untuk mempertahankan keseimbangan.
d. The base of support yang luas dan bagian-bagian dari body alignment baik akan menghemat energi dan mencegah kelelahan otot.
e. Perubaan dalam posisi tubuh membantu mencegah ketidaknyamanan otot-otot.
f. Body alignment yang jelek dalam waktu yang lama dapat menimbulkan rasa nyeri kelelahan otot dan kontraktur.
g. Karena struktur enatomi individu berbeda maka intervensi keperawatan harus secara individual dan sesuai dengan kebutuhan individu tersebut.
h. Memperkuat otot-otot yang lemah, membantu mencegah kekakuan otot dan ligament ketika body alignment jelek baik secara temporal maupun penggunaan yang kurang hati-hati.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Body Alignment
1. Gravity
Keseimbangan adalah suatu equilibrium yang dipertahankan oleh adanya kekuatan yang saling berlawanan dan merupakan prinsip pertama yang harus diperhatikan dalam melakukan mekanika tubuh dengan benar yaitu memandang grafitasi sebagai sumbu dalam pergerakan tubuh. Seseorang dapat mempertahankan keseimbangan selama garis grafitasi (garis khayal vertical yang melalui pusat grafitasi) melalui pusat grafitasi (titik pusat dari seluruh massa tubuh) dan landasan (tempat berpijaknya suatu obyek).
a. Pusat gravitasi (Center of Gravity-COG)
Pusat gravitasi terdapat pada semua obyek, pada benda, pusat gravitasi terletak tepat di tengah benda tersebut. Pusat gravitasi adalah titik utama pada tubuh yang akan mendistribusikan massa tubuh secara merata. Bila tubuh selalu ditopang oleh titik ini, maka tubuh dalam keadaan seimbang. Pada manusia, pusat gravitasi berpindah sesuai dengan arah atau perubahan berat. Pusat gravitasi manusia ketika berdiri tegak adalah tepat di atas pinggang diantara depan dan belakang vertebra sakrum ke dua.
Derajat stabilitas tubuh dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu : ketinggian dari titik pusat gravitasi dengan bidang tumpu, ukuran bidang tumpu, lokasi garis gravitasi dengan bidang tumpu, serta berat badan.
b. Garis gravitasi (Line of Gravity-LOG)
Garis gravitasi merupakan garis imajiner yang berada vertikal melalui pusat gravitasi dengan pusat bumi. Hubungan antara garis gravitasi, pusat gravitasi dengan bidang tumpu adalah menentukan derajat stabilitas tubuh.
c. Bidang tumpu (Base of Support-BOS)
Bidang tumpu merupakan bagian dari tubuh yang berhubungan dengan permukaan tumpuan. Ketika garis gravitasi tepat berada di bidang tumpu, tubuh dalam keadaan seimbang. Stabilitas yang baik terbentuk dari luasnya area bidang tumpu. Semakin besar bidang tumpu, semakin tinggi stabilitas. Misalnya berdiri dengan kedua kaki akan lebih stabil dibanding berdiri dengan satu kaki. Semakin dekat bidang tumpu dengan pusat gravitasi, maka stabilitas tubuh makin tinggi.
2. Postural reflek dan Apposing Muscles Group.
Merupakan aksi dari otot postural (ekstensor) yang terus menerus menahan seseorang pada posisi tegak melawan grafitasi bumi.
Respon otot-otot postural yang sinergis mengarah pada waktu dan jarak dari aktivitas kelompok otot yang diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan dan kontrol postur. Beberapa kelompok otot baik pada ekstremitas atas maupun bawah berfungsi mempertahankan postur saat berdiri tegak serta mengatur keseimbangan tubuh dalam berbagai gerakan. Keseimbangan pada tubuh dalam berbagai posisi hanya akan dimungkinkan jika respon dari otot-otot postural bekerja secara sinergi sebagai reaksi dari perubahan posisi, titik tumpu, gaya gravitasi, dan aligment tubuh.
Kerja otot yang sinergi berarti bahwa adanya respon yang tepat (kecepatan dan kekuatan) suatu otot terhadap otot yang lainnya dalam melakukan fungsi gerak tertentu.
Jenis dari postural reflex :
a. Labryn sense
Organ sensor yang terdapat dalam organ telinga bagian dalam
b. Visual /optic reflek
Sensasi visual membantu seseorang dalam mendapatkan kesadaran mengenai tata ruang dan hubungan antara satu subyek dengan lingkungannya.
c. Proprioceptor /kinestetik sense
Ini sering disebut sebagai indera keenam .
d. Ekstensor atau anti grafitasi reflex
Yang termasuk otot-otot ekstensor diantaranya otot-otot pada ekstremitas bawah,otot-otot abdomal,otot-otot adductor pada scapula dan otot-otot kaki bawah.
e. Plantar reflex
Tekanan melawan telapak kaki oleh permukaan tanah akan menimbulkan reflex kontraksi otot-otot ekstensor dari otot-otot kaki bagian bawah.
f. Perubahan posisi tubuh
Beberapa posisi tubuh dalam aktifitas tertentu bear ataupun salah, jika berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan syaraf-syaraf superfasialis, kerusakan pembuluh darah serta kontraktur.
g. Perubahan individual dalam struktur anatomi
Setiap orang mempunyai anatomi yang berbeda , ini akan membawa pengaruh pada postur tubuh seseorang , meskipun hanya sedikit.
Adapun faktor lain yang mempengaruhi postur tubuh,adalah:
1. Status Kesehatan.
Perubahan status keschatan dapat mc;nimbulkan keadaan yang tiidak optimal terdapat organ atau bagian tubuh yang mengalami kelelahan atau kelemahan sehingga dapat memengaruhi pembentukan postur tubuh.
2. Nutrisi.
Nutrisi merupakan bahan untuk menghasilkan yang digunakan dalam membantu proses pengaturan keseimbangan organ, otot, tendon, ligamen dan persendian. Apabila status nutrisi kurang, kebutuhan energi pada organ tersebut akan kurang sehingga dapat proses keseimbangan.
3. Emosi.
Emosi dapat menyebabkan kurangnya kendali dalam menjaga kescimbangan tubuh. Hal tersebut dapat mcmcngaruhi proses koordinasi pada otot, ligamen, sendi dan tulang.
4. Gaya Hidup
Perilaku gaya hidup dapat membuat seseorang jadi lebih baik atau bahkan sebaliknya menjadi buruk. Seseorang yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat misalnya selalu menggunakan alat bantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dapat mengalami ketergantungan sehingga postur tubuh tidak berkcmbang dengan baik.
5. Perubahan perilaku dan nilai seseorang.
Sebagai contoh, perilaku dalam membuang sampah di sembarang tempat dapat memengaruhi proses pembcntukan postur tubuh orang lain yang berupaya untuk selalu bersih dari sampah.
6. Hidrasi pasien
D. Pengaturan gerakan
Koordinasi gerakan tubuh merupakan fungsi yang terintregasi dari system skeletal otot skeleton dan system syaraf. Karena ketika system ini berhubungan erat dengan mekanisme pendukung tubuh, system ini dapat dianggap sebagai 1 unit fungsional.
1. System skeletal
Skelet adalah rangka pendukung tubuh dan terdiri dari 4 tipe tulang: panjang, pendek, pipih dan irregular. Skelet tempat melekatnya otot dan ligament
2. Karakteristik tulang
Karakteristik tulang meliputi kekokohan kekuatan dan elastisitas.
3. Sendi
Sendi adalah hubungan diantara tulang. Setiap sendi diklasifikasikan sesuai dengan struktur dan tingakat mobilisasinya. Ada 4 klasifikasi sendi: sinostotik, kartilagonus, fibrosa, dan synovial.
4. Ligament
Ligament adalah ikatan jaringan fibrosa yg berwarna putih mengkilat fleksibel mengikat sendi menjadi satu dan menghubungkan tulang dengan vertilago. Bersifat elastic sehingga membantu fleksibelitas sendi dan mendukung sendi dan memiliki fungsi protektif.
5. Tendon
Tendon adalah jaringan ikat fibrosa yang berwarna putih mengkilat yg menghubungkan otot dengan tulang. Tendon bersifat kuat fleksibel dan tidak elastic serta memmpunyai ketebelan dan panjang yang bervariasi.
6. Kartilago
Kartilago adl jaringan penyambung yang tidak mempunyai vaskuler yang terletak terutama di sendi dan torak trakea laring hidung dan telinga.
E. Kelainan Postur
Kelainan postur yang didapat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal, seperti kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan.
Macam2 abnormal:
1. Tortikolis
Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit, dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi.
Penyebab: kondisi congenital.
Penatalaksanaan: operasi, pemanasan, topangan, atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan.
2. Lordosis
Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan.
Penyebab: kondisi congenital, kehamilan.
Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab.
3. Kifosis
Diskripsi: peningkatan kelengkungan pada spinal torakal atau suatu keadaan kelainan pada tulang belakang dimana terjadi fleksi yang berlebihan pada tulang lumbal.
Penyebab: kondisi congenital, penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal.
Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal, tidur tanpa bantal, menggunakan papan tempat tidur, memakai jaket, penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan)
4. Kifolordosis
Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis.
Penyebab: kondisi congenital.
Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab.
5. Skoliosis
Diskripsi: kurvatura spinal lateral, tinggi pinggul dan bahu tidak sama.
Penyebab: kondisi congenital, poliomyelitis, paralisis spastic, panjang kaki tidak sama
Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan).
6. Kifoskoliosis
Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral.
Penyebab: kondisi congenital, poliomyelitis, kor pulmonal.
Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan).
7. Dysplasia Pinggul Kongenital
Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul, dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum).
Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang).
Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum, beban abduksi, gips, pembedahan.
8. Knock-knee (genu varum)
Diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan.
Penyebab: kondisi congenital, penyakit tulang atau ricket.
Penatalaksanaan: knee braces, operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan
Body Alignment yang diterapkan dalam keperawatan adalah :
1) Membantu pasien duduk dan berdiri:
• Pengertian
Yang dimaksud dengan membantu pasien duduk dan berdiri adalah membantu mengubah posisi pasien dari posisi tidur ke posisi duduk dan kemudian berdiri.
• Tujuan
Tujuan mendudukan dan menidurkan pasien adalah :
Mobilisasi
Memberikan rasa aman kepada pasien (menjaga supaya pasien jangan jatuh).
• Persiapan alat-alat
Alat-alat yang harus disiapkan melakukan perasat ini adalah : Sandal.
• Cara bekerja
1 Memberi tahu pasien
2 Mencuci tangan
3 Berdiri disamping kanan pasien.
4 Memasukkan tangan kanan melalui ketiak kanan pasien sampai ke tulang belikat, sedangkan tangan kanan pasien memegang bahu kanan perawat dari arah belakang.
5 Menyisipkan tangan kiri di bawah kuduk pasien dan tangan pasien saling berpegangan di atas bahu perawat.
6 Mengangkat badan pasien kemudian didudukkan
7 Kemudian kedua kaki pasien digeserkan ke tepi tempat tidur, bila pasien tidak bisa menggeser kakinya, maka perawat dengan tangan kanan mengangkat dan mengeser kaki pasien.
8 Pasien duduk di pinggir tempat tidur dengan kedua kakinya terjuntai di sisi tempat tidur, dianjurkan mengayun-ayunkan kedua kakinya.
9 Perawat memeriksa nadi dan menanyakan kepada pasien pusing atau tidak.
10 Kemudian perawat berdiri di depan pasien, kedua tangannya memegang pinggang pasien dan kedua tangan pasien memegang pundak kanan dan kiri perawat.
Menurunkan pasien perlahan-lahan dari tempat tidur, berdiri sebentar untuk memperoleh keseimbangan yang baik lalu berjalan.
11 Memapah pasien ada dua cara, yaitu :
Perawat dan pasien berjalan berdampingan, perawat di sebelah kiri pasien dengan tangan kanan perawat menahan pasien dari belakang, tangan kiri pasien diletakkan di bahu kiri perawat dipegang oleh tangan kiri perawat.
Perawat dan pasien berhadapan, dan perawat berjalan mundur. Kedua tangan perawat di pinggang kanan dan kiri pasien, kedua tangan pasien berada di bahu perawat kiri dan kanan.
12 Setelah cukup berjalan, kembalikan pasien ke tempat tidur .
13 Memeriksa nadi dan menanyakan keadaan umum, merasa pusing atau tidak..
14 Merapikan pasien.
15 Mencuci tangan.
Perhatian :
Bereskan tempat tidur secepat mungkin.
Apabila saat berjalan merasa pusing, segera kembali ke tempat tidur.
Selama melakukan aktivitas perhatikan keadaan umum pasien.
2) Mengatur posisi semi fowler
• Pengertian
Yang dimaksud dengan sikap semi fowler adalah sikap dalam posisi setengah duduk.
• Tujuan
Tujuan menempatkan pasien dalam posisi semi fowler adalah :
Mobilisasi
memberikan perasaan lega kepada pasien yang sesak napas
Memudahkan perawatan, misalnya, member makan
• Pelaksanaan
Sikap semi fowler dilaksanakan pada :
Pasien yang sesak napas
Pasien pasca operasi :
Struma
Hidung
Torak
• Persiapan alat-alat
Alat-alat yang harus disiapkan untuk melaksanakan sikap semi fowler :
1 Bantal 5-6 buah
2 Bantal kecil
3 Guling
4 Sandaran punggung
5 Sarung sandaran punggung
6 Bila ada tempat tidur yang dapat dinaikkan bagian kepalanya (orthopaedic bed)
• Cara bekerja
Cara melaksanakan posisi tidur semi fowler adalah sebagai berikut :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan.
3. Mengangkat dan mendudukkan pasien, Memasang sandaran punggung, mengatur bantal pada sandaran, bila memakai tempat tidur orthopaedic, naikkan bagian kepalanya.
4. Membaringkan pasien pada sandaran
5. Meletakkan guling di bawah lipatan lutut agar tidak merosot.
6. Meletakkan kedua bantal di atas bantal.
7. Merapikan tempat tidur
8. Mencuci tangan.
Perhatian : Perhatikan keadaan umum pasien selama bekerja.
3) Mengatur posisi dorsal recumbent
• Pengertian
Yang di maksud dengan sikap dorsal recumbent adalah sikap pasien dalam posisi telentang dengan kedua tungkai ditekuk, sedikit direnggangkan dan kedua tapak kaki menapak pada kasur.
• Tujuan
Tujuan menempatkan pasien dalam posisi ini adalah :
Memudahkan dalam pemeriksaan, misalnya, Rectal touche, vaginal touché, palpasi perut.
Memudahkan pelaksanaan perawatan, misalnya, pemasangan kateter, irigasi vagina, partus.
• Pelaksanaan
Sikap ini dilaksanakan pada :
Pemeriksaan genekologi
Pengobatan uretra dan kandung kemih
• Persiapan alat-alat
Alat-alat yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan.
• Cara bekerja
Cara melaksanakan perasat ini adalah :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan
3. Pasien menekuk kedua tungkai, direnggangkan sedikit dan menapakkan kedua telapak kaki pada kasur
4. Merapikan pasien.
5. Mencuci tangan
Perhatian : Perhatikan keadaan umum pasien selama bekerja.
4) Mengatur posisi lithotomy
• Pengertian
Yang dimaksud dengan posisi tidur lithotomy adalah posisi tidur pasien dalam posisi telentang dengan kedua tungkai diangkat, lutut ditekuk kearah dada, tungkai bawah ditopang oleh dua orang perawat; bila ada meja genekologi tungkai bawah diletakkan pada penahan kaki yang tersedia.
• Tujuan
Tujuan menempatkan pasien dalam posisi ini adalah :
Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misalnya, touché, Cystoscopy, Rectoscopy.
Memudahkan pelaksanaan perasat, misalnya, menolong partus, operasi haemorrhoid, pemasangan IUD, Curettage.
• Pelaksanaan
Posisi tidur lithotomy ini dilaksanakan pada :
Pemeriksaan genekologi/urologi
Pengobatan uretra dan kandung kemih
Pelaksanaan perasat kebidanan
Operasi haemorrhoid
Waktu melahirkan
• Cara bekerja
Cara mengerjakan posisi tidur lithotomy adalah :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan
3. Pasien meletakkan kedua telapak tangan di bawah kepala
4. Mengangkat kedua tungkai, menekuk kearah dada, kedua tungkai bawah di topang oleh dua orang perawat; bila ada meja genekologi kedua tungkai bawah diletakkan pada penahan kaki
5. Merapikan setelah selesai pemeriksaan atau pelaksanaan perasat.
6. Mencuci tangan.
Perhatian:
a. Pada pelaksanaan perasat tertentu, bantal diangkat, misalnya pada operasi, pemasangan IUD
b. Perhatikan keadaan umum pasien.
5) Mengatur posisi trendelenburg
• Pengertian
Yang dimaksud dengan posisi tidur trendelenburg adalah posisi tidur pasien dalam posisi bagian kepala lebih rendah dari pada bagian kaki.
• Tujuan
Tujuan menempatkan pasien dalam posisi trendelenburg adalah :
Agar darah lebih banyak mengalir ke daerah kepala
Untuk memudahkan operasi di bagian perut.
Untuk memudahkan perawatan dan pemeriksaan
• Pelaksanaan
Posisi tidur trendelenburg dilaksanakan pada :
Pasien dalam keadaan syok.
Pasien dengan tekanan darah rendah
Pembedahan di daerah perut
Pemeriksaan tertentu, misalnya, bronchoscopy.
• Persiapan alat-alat
Alat-alat yang disiapkan untuk melaksanakan posisi tidur ini adalah :
Dua potong balok yang sama tinggi untuk meninggikan bagian kaki tempat tidur atau ada tempat tidur yang bias dinaikkan bagian kakinya.
• Cara bekerja
Cara melaksanakan posisi tidur trendelenburg ini adalah sebagai berikut :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan
3. Mengangkat bantal
4. Memasang balok pada kedua kaki tempat tidur, di bagian kaki pasien atau menaikkan pada bagian kaki bila ada tempat tidur yang bisa diatur.
5. Merapikan pasien
6. Mencuci tangan.
Perhatian : Perhatikan keadaan umum pasien selama bekerja
6) Mengatur posisi sim’s
• Pengertian
Yang dimaksud dengan posisi tidur sim’s adalah posisi tidur dalam posisi setengah telungkup
• Tujuan
Cairan pasca operasi tonsil dapat mengalir keluar dengan lancar
Memudahkan rectal touche.
Untuk pelaksanaan huknah tinggi
• Cara bekerja
Cara mengerjakan posisi tidur sim’s adalah sebagai berikut :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan
3. Mengangkat bantal
4. Letakkan kedua tangan pasien di atas dada, kedua tungkai di tekuk.
5. Perawat memasukkan kedua lengannya ke bawah bahu dan pangkal paha.
6. Mengangkat dengan perlahan badan pasien, dan ditarik kearah perawat, kemudian dimiringkan membelakangi perawat sampai dada menyentuh kasur, lengan di sisi yang tertindih diluruskan sejajar dengan punggung
7. Merapikan pasien
8. Mencuci tangan
Perhatian :
Perhatikan keadaan umum pasien selama melakukan tindakan
Pada rectal touché hanya bagian badan yang diperiksa yang dibuka pakaiannya.
7) Posisi lateral (side lying)
Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh, dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain. Posisi ini sangat baik untuk istirahat dan tidur serta membantu menghilangkan tekanan-tekanan pada sacrum dan tumit. Bagi pasien yang mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi bagian tubuh akan merasa nyaman pada posisi ini dengan berbaring pada sisi yang normal.
F. Proses Keperawatan
PENGKAJIAN
• Untuk melakukan pengkajian body alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri,duduk maupun berbaring. Perawat juga harus mempertimbangkan factor perkembangan dan faktor lain yang mempengaruhi body alignment.Mereview catatan kesehatan pasien untuk menentukan masalah keperawatan dan medis baik yang lalu maupun yang sekarang.
• Tujuan dari pengkajian Body Alignment adalah:
1.Menentukan perubahan normal akibat dari tumbang
2. Mengidentifikasi postur tubuh yang jelek.
3. Mempelajari kebutuhan untuk mempertahankan postur tubu ang baik.
4. Mengidentifikasi kelemahan otot dan kerusakan motorik lainnya.
• Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain :
1. Posisi berdiri
Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior,Lateral dan posterior. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar, apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien.
2. Posisi duduk
Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf)
3. Posisi berbaring
Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur, kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada . apabila dijumpai kelainan pada pasien, maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan.
4. Cara berjalan
Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh, pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Kepala tegak, pandangan lurus kedepan, punggung tegak.
b. Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki.
c. Langkah lembut, terkoordinasi dan ritmik
d. Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan
e. Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit, kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit.
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN
1. Pertahankan posisi tubuh yang tepat dengan pengaturan posisi yang tepat.
2. Perbaiki postur tubuh pada tingkat optimal dengan melatih berdiri, duduk dan berbaring secara optimal.
3. Kurangi cedera akibat posisi tubuh yang tidak tepat dengan membantu pasien melakukan aktifitas sehari-hari
4. Kurangi beban otot dengan cara meletakan alat dekat dengan pasien dan bantu pasien pada saat melakukan kegiatan yang bersifat berat.
5. Cegah komplikasi akibat postur tubuh yang tidak tepat.
EVALUASI
Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko cedera b.d standing alignment dan sitting alignment yang jelek
2. Ganguan mobilitas fisik b.d kontraktur
3. Nyeri b.d cedera fisik.
BAB III
PENUTUP
Dari makalah tersebut, dapat disimpulkan bahwa body alignment adalah postur atau sikap tubuh.Tubuh dapat membentuk banyak postur yang memungkinkan tubuh dalam posisi yang nyaman selama mungkin.Postur tubuh yang baik dapat meningkatkan fungsi tangan dengan baik, mengurangi jumlah energi yang digunakan, mempertahankan keseimbangan, mengurangi kecelakaan, memperluas ekspansi paru, dan memingkatkan sirkulasi renal dan gastrointestinal.
Prinsip body alignment,intinya menjaga keseimbangan dari kemungkinan kelainan,yang disebakan karena beberapa faktor yang mempengaruhi,yaitu Gravity dan Postural reflek dan Apposing Muscles Group. Selain itu,faktor yang mempengaruhi antara lain:nutrisi,status kesehatan,emosi,gaya hidup,perubahan perilaku seseorang,hidrasi pasien.
Body alignment bisa terjadi ketidaknormalan, diantaranya adalah Tortikolis,Lordosis,Kifosis, Kifolordosis,Skoliosis ,Kifoskoliosi,Dysplasia Pinggung Kongenital dan Knock-knee (genu varum)
kebangkitan dunia islam
Diposting oleh elfrida prastiwi di 05.46BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kebangkitan Islam sebenarnya sudah banyak dipaparkan dalam al-Quran. Misalnya, dalam al-Quran Surat Al-Maidah ayat 54. Disitu disebutkan ciri-ciri satu kaum yang dijanjikan Allah yang akan meraih kemenangan: mereka dicintai Allah dan mereka mencintai Allah; mereka saling mengasihi sesama mukmin; mereka memiliki sikap ‘izzah terhadap orang-orang kafir; mereka berjihad di jalan Allah; dan mereka tidak takut dengan celaan orang-orang yang memang suka mencela. Kaum seperti inilah yang harus mampu dibentuk oleh umat Islam, khususnya lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Hanya saja, saat bicara tentang kebangkitan Islam, maka yang perlu didefinisikan terlebih dahulu adalah apa yang sebenarnya disebut dengan “bangkit”. Sebab, jangan-jangan, makna kata “bangkit” itu sendiri sudah kabur di benak banyak kaum Muslimin. Seperti kaburnya makna kata “kemajuan”, “pembangunan”, “kebebasan”, dan sebagainya.
Misalnya, negara-negara Barat membuat definsi yang materialistis terhadap makna “kemajuan”. Mereka membagi negara-negara di dunia menjadi negara maju, negara sedang berkembang dan negara terbelakang. Tentu saja, ukuran-ukuran yang digunakan adalah ukuran kemajuan materi. Faktor akhlak tidak masuk dalam definisi “kemajuan” atau “pembangunan” tersebut. Jadi, jika dikatakan suatu negara sudah maju, maka yang dimaksudkan adalah kemajuan materi, khususnya dalam ekonomi, sains dan teknologi. Padahal, secara akhlak, negara itu sebenarnya hancur-hancuran.
Kita, kaum Muslimin, yang masih memiliki keimanan dan menjaga akhlak mulia, sudah selayaknya tidak merasa hina dan rendah martabat saat berhadapan dengan dunia Barat yang serba gemerlap dalam dunia materi. Kita sungguh kasihan kepada sebagian pejabat kita yang rela begadang, bersorak-sorai, menghambur-hamburkan uang hanya untuk menyambut pergantian Tahun Baru dalam tradisi Barat. Mestinya, jika mereka Muslim, mereka mengajak rakyatnya untuk beribadah, mensyukuri setiap tambahan nikmat umur yang mereka terima dari Allah SWT.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Sejarah dan kejayaan islam
b. Kemunduran islam
c. Faktor-faktor kebangkitan dunia islam
d. Kesadaran akan keterpurukan
e. Makna Kebangkitan Dunia Islam
f. Syarat-syarat Kebangkitan Dunia Islam
g. Tanda-Tanda Kebangkitan Dunia Islam
1.3 TUJUAN
Untuk mengetahui tentang kebangkitan dunia islam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 SEJARAH DAN KEJAYAAN ISLAM
Sejarah Islam di dunia mencatat bahwa Islam menjadi satu-satunya agama yang berkembang paling cepat. Nabi Muhammad hidup hanya usia 63 th, beliau menjadi nabi sejak usia 40 th, dan hanya 23 th saja beliau menjadi mampu mendidik generasi Islam yang luar biasa. Generasi-generasi Islam yang mampu menguasai peradaban dunia dalam kurun waktu ± 13 abad dan menciptaka sejarah Islam di dunia dengan citra yang baik.
Sebuah sejarah baik yang terlahir dari sejarah Islam di dunia memang telah ditorehkan oleh Nabi Muhammad saw. Berkat kepemimpinan dan usaha yang baik untuk menegakkan Islam, beliau diakui sbg seorang pemimpin yang berhasil. Bahkan oleh masyarakat di luar agama Islam itu sendiri. Sebuah kebanggan memiliki panutan seperti beliau. Bahwa ketekunan dan kesabaran yang beliau miliki memang tidak perlu lagi diragukan sebagai pelajaran hidup.
Sejarah Islam di dunia bahkan mencatat pemkiran dari seorang Perancis yang menyatakan kehebatan dari dunia Islam. Dr. Gustave Le Bone, seorang pemikir dari Perancis pernah mengatakan bahwa tidak ada bangsa-bangsa manapun yang bisa mengadakan perubahan berarti bagi dunia dalam satu abad. Tapi cerita sejarah di dunia mengatakan bahwa umat Islam yang dipimpin oleh Muhammad sudah dapat mengadakan perubahan masyarakat baru yang signifikan hanya dalam tempo 23 th. Suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat ditiru oleh orang atau bangsa manapun.
Sejarah Islam di dunia berlangsung dari abad ke-6 Masehi hingga abad ke-12 Masehi. Dimulai dari periode kepemimpinan Nabi Muahammad SAW ( 622-632 M ), kemudian diteruskan oleh generasi Khulafaurasyidin ( 750-1258 M), kemudian masa kekhalifahan bani Umayyah ( 661-750 M ), dan Bani Abbasiyah ( 750-1258 M ) hingga terakhir rutuhnya kekhalifahan Turki Usmani pada tanggal 3 Maret 1924 M.
A. Periode Kepemimpinan Nabi Muhammad ( 622-632 M )
Perkembangannya dibagi menjadi dua fase, yaitu fase perjuangan di Mekkah dan fase perkembangan Islam di Madinah. Fase mekkah berlangsung selama 13 th. Fase ini merupakan fase paling berat yang dialami Nabi Muhammad karena ia harus mengahadapi berbagai tantangan dari kaum kafirin. Karena besarnya tantangan di mekkah, nabi Muhammad SAW bersama pengikutnya pun hijrah ke Madinah. Dilanjutkan fase kedua perkembangan Islam terjadi di Madinah dan berlangsung selama 10 th. Fase ini dimulai saat nabi Muhammad dan pengikutnya hijrah dari Mekkah. Di Madinah , nabi mulai membangun peradaban dan masyarakat yang madani di bawah pemerintahan Islam.
Setelah terbentuknya pemerintahan Islam di Madinah, Islam pun kemudian menyebar dengan cepat ke negara-negara lain. Wilayah penyebarannya meliputi asia barat daya, asia tengah dan wilayah afrika.
B. Periode Khulafaurasyidin
Setelah wafatnya nabi Muhammad, pemerintahan Islam dipimpin oleh para khalifah dari kalangan sahabat nabi, yaitu Abu bakar as-sidiq, umar bin khatab, ustman bin affan dan ali bin abi thalib.
Pada masa ini gerakan penaklukan pun terus bergulir dengan cepat. Umat Islam berhasil menguasai wilayah arabia timur dan utara. Mereka juga berani menyerang benteng-benteng pertahanan romawi timur, persia, irak, siria dan mesir dapat ditaklukkan dalam kuun waktu yg tidak telalu lama.
C. BANI UMMAYYAH
Kedaulatan Umayyah pertama kali dipimpin oleh Muawiyah bin abu sofyan. Pada masa ini perluasan wilayah dilanjutkan dengan menaklukkan Tunisia. Kemudian ekspansi belanjut ke sebalah timur untuk menguasai daerah khurasan, afghanistan sampai ke kabul.
Diwarnai dengan adegan-adegan menegangkan layaknya adegan di film perang. Pasukan Islam menyiapkan banyak pasukan. Dari anakatan laut, umat Islam melakukan serangan ke binzantium. Ekspansi ke bagian timur dilanjutkan malik bin marwin, perluasan wilayah dilakukan dengan menguasai balkanabad, bukhara, khawarizm, ferghana dan samarkhan. Bahkan ada pula para pejuang Islam yang sampai ke india dan melakukan penaklukan sebagian wilayah di sana.
Perluasan wilayah tsb berlanjut dari satu pemimpin hingga ke pemimpin beriktnya. Islam mulai merambahi daratan eropa, afrika dan asia. Pada masa ini banyak terjadi peselisihan dan perang saudar anatar sesama umat Islam. Hal ini yg menyebabakan runtuhnya bani ummayyah th 750 M.
D. BANI ABBASIYAH
Bani Abbasiyah atau Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: العبّاسدين, al-Abbāsidīn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad. Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang.
Pada awalnya Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah.
Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab, khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan.
Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031.
E. TURKI USMANI
Ustmaniyah didirikan oleh bani utsman yang berkuasa lebih dari 6 abad. Pada masa ini, zaman khalifah sulaiman al qanuni ( 1520-1566 ) merupakan masa kejayaan dan kebesaran yang pada masanya telah jauh meninggalkan peradaban eropa di segala bidang. Kesultanan utsmaniyah perlahan-lahan terkikis dan makin runtuh pada abad ke-19. Musuh-musuh Islam telah berhasil meleaskan ideologi Islam dari tubuh umat Islam. Mereka membutuhkan waktu selama satu abad melemahkan kekuatan Islam. Akhir peradaban Islam masa utsmaniyah benar-benar runtuh pad abad ke-20.
2.2 KEMUNDURAN ISLAM
Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan ummat Islam berdiri di atas agama Islam itu sendiri. Hal ini juga sudah menjadi rahasia umum, bahkan musuh-musuh Islam juga tahu bahwa Islam itu sendiri tidak dapat dilemahkan jika penganut-penganutnya masih mempunyai keimanan yang kuat. Dari sini mulailah mereka mencari jalan dan cara yang terbaik bagaimana untuk melemahkan pemahaman orang Islam terhadap Islam itu sendiri. Tidak sampai disitu, mereka juga mencari jalan bagaimana memberi keraguan kepada kitab yang menjadi pegangan ummat Islam (baca: Al-Qur'an dan As-sunnah), dan mereka juga memutar belitkan fakta Sejarah dan Tsaqafah Islamiyah melalui berbagai opini dan tulisan, sehingga generasi ummat Islam berikutnya menjadi ragu atas keotentikan agama Islam itu sendiri.
Kalau kita mengkaji lebih dalam lagi tentang pergerakan orientalisme dan karya-karya mereka tentang Islam, maka kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa keganjilan-keganjilan yang diciptakan oleh mereka pada intinya untuk memberi keraguan kepada ummat Islam terhadap agama yang mereka anut, sehingga mengakibatkan ummat Islam pada saat ini banyak yang termakan racun orientalisme. Sebut saja misalnya, dalam sebuah seminar keIslaman yang diadakan oleh organisasi Islam di Yogyakarta, salah seorang pemakalah yang berfikiran liberal memegang Al-quran dengan kedua jarinya dan mengatakan “Siapa yang berani menjamin bahwa al-Quran yang saya pegang ini benar-benar berasal dari Allah SWT.
Sebenarnya banyak faktor kenapa ummat Islam menjadi lemah seperti sekarang ini? Di antara penyebabnya adalah:
A. FAKTOR INTERNAL
• Kurang Memahami Agama Islam itu sendiri
Sebagian ummat Islam kurang memahami hakikat agama Islam itu sendiri. Ia cenderung dipahami sebatas ibadah-ibadah ritual saja. Seperti: sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang permasalahan diluar hal tersebut dianggap bukan bagian dari Islam. Dan ada juga yang memahami agama ini dengan pemahaman ajaran Hindu yang meyakini bahwa hidup ini harus dijalani dengan serba kekurangan dan dalam keadaan susah. Artinya untuk mencapai suatu tingkat pemahaman agama yang benar, seseorang dituntut untuk bertapa atau bermeditasi dan menyendiri dari keramaian.
Hal ini menurut hemat penulis adalah pemahaman yang salah atas agama itu sendiri. Dalam sejarah, kita lihat Rasulallah shallalahu ‘alaihi wasalam pernah menyendiri (berkhalwat) di gua Hira untuk beberapa waktu, tetapi setelah wahyu turun, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasalam tidak pernah kembali lagi ke gua tersebut. Hal ini menunjukan bahwa hidup harus berbaur dengan masyarakat dan tidak boleh hidup menyendiri.
• Keyakinan terhadap pintu istihaj
Ulama sunni seakan-akan lupa bahwa perintah Al-Quran untuk memikirkan ayat-ayatnya tidak hanya tertuju kepada para sahabat, tetapi juga kepada generasi-generasi sesudahnya yang tentunya harus berpikir sesuai dengan perkembangan pemikiran pada masanya masing-masing.
Pintu ijtihad syi’ah jauh lebih cair dan berkelanjutan. Filsafat syi’ah terus berjalan dan tetap hidup. Metode burhani (demonstrative) yang dipakai dalam filsafat lebih unggul daripada metode dialektika (jadal) yang dipakai dalam teologi dan yurisprudensi
Metode akidah syi’ah dibagi tiga yang terintegrasi : 1. Metode teologi/kalam.. 2. Metode filsafat/falsafi.. 3. Metode irfan/akhlak/etika.. Jelas syi’ah lebih unggul karena keyakinan syi’ah memiliki keterikatan dengan filsafat
Ma’rifatullah syi’ah melalui penelitian mendalam pada alam semesta untuk membuktikan kebenaran empiris dari ayat ayat kauniyah melalui pengujian dan penyelidikan…
Ulama yang dimaksud oleh AL QURAN dan mazhab syi’ah adalah ilmuan peneliti pengkaji alam dan bukan Cuma ahli fikih saja… Dalam mazhab sunni pengkajian terhadap tanda tanda kebesaran Allah (ayat ayat kauniyah) SECARA THE FACTO dianggap bukanlah masalah agama
B. FAKTOR EKSTERNAL
• Pergerakan Kristenisasi
Percaya atau tidak, bahwasanya hakikat kelemahan ummat Islam juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, dengan kata lain bukan hanya dari kalangan ummat Islam itu sendiri. Hal ini dapat kita lihat dengan pergerakan Kristenisasi di dunia Islam yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Sudah puluhan ribu - bahkan jutaan - ummat Islam di seluruh dunia yang berganti agama. Hal ini tidak cukup dengan hanya memberi alasan bahwa ummat Islam hidup dalam keadaan miskin, sehingga mudah dirayu dan dijanjikan dengan materi. Saudara kita yang miskin - dalam masalah ini - tidak perlu disalahkan, karena untuk mempertahankan hidup mereka butuh makan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan lainya. Yang menjadi masalah adalah pergerakan Kristenisasi yang ada sekarang ini.
• Penjelajahan Portugis
Bartholomeus Diaz menyusuri pantai barat Afrika, kemudian mengitari Tanjung Harapan pada tahun 1487. Dia harus kembali ke Portugis karena dihadang topan dan sebagian awaknya memberontak. 10 tahun kemudian rintisan Diaz dilanjutkan oleh Vasco da Gama. 2 tahun pelayaran cukup memuaskan, Vasco da Gama kembali ke Lisbon dengan membawa contoh barang dari India. Raja Manuel (1495-1521) mengirim 13 kapal untuk menyiapkan pos perdagangan di India. Armada itu dipimpin oleh Pedro Alvares Cabral dan dibantu oleh Bartholomeus Diaz.
Telah berabad-abad pelau muslim menguasai jalur perdagangan di samudra Hindia. Mereka tidak mau melepaskan kepada pelaut Portugis dengan sukarela. Pertempuran pun tidak bisa dihindari. Armada Portugis merebut pelabuhan-pelabuhan muslim yang strategis. Atas kemenangan tersebut,Portugis menunjuk Alfonso de Albuquerque sebagai Gubernur India tahun 1509-1515. Dominasi Arab di Asia Selatan berakhir setelah meriam-meriam Albuquerque menaklukkan pelabuhan Kalikut, Ormuz, Goa dan Malaka.
• Penjelajahan Spanyol
Bangsa Spanyol mampu membiayai penjelajahan samudranya setelah Ratu Isabella dan Raja Ferdinand berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil. Para penguasa Khatolik mengurangi kekuatan para bangsawan, merampingkan birokrasi pemerintahan, dan menyisihkan orang-orang yang merongrong kekuasaan, yaitu kaum muslim dan yahudi. Kerajaan Spanyol menjadi sangat kuat.
Ratu Isabella mempercayakan 3 kapalnya dibawah pimpinan Christoper Columbus. Kapal Santa Maria, Pinta, dan Nina berlabuh pada bulan Oktober 1492 di sebuah pulau di Karibia. Columbus menamainya San Salvador. Dia mengira pulau itu adalah bagian dari India. Selama 10 tahun Columbus melakukan 4 kali pelayaran. Selama itu ia menemukan Haiti yang disebutnya Dominika, lalu San Salvador, Puerto Rico, Jamaika, Kuba, Trinidad, dan Honduras di Amerika Tengah.
Pelayaran Columbus sangat berguna bagi pelayaran selanjutnya. Columbus dan teman-temannya juga berhasil meng-Kristenkan orang-orang Indian. Walaupun sedikit harta yang dibawa pulang Columbus, armadanya telah membuka jalan untuk penjelajahan lebih jauh.
Tahun 1519, Raja Charles V mengutus Ferdinand Magellan untuk menemukan jalan langsung ke kepulauan Maluku. Magellan menyebrangi Atlantik menuju Brazil. Pelayaran berlanjut ke selatan untuk mengitari ujung benua Amerika. Kemudian, armadanya mengarungi Pasifik sampai Fillipina. Nama Filipina dipakai untuk menandai keberhasilan Raja Phillip II, setelah kepulauan itu dikuasai tahun1560.
Magellan terbunuh, namun pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano. Armada itu berlayar dari Maluku, lalu ke Timor, menyebrangi samudra Hindia hingga ke Tanjung Harapan. Akhirnya mereka kembali ke Spanyol setelah melayari Pantai barat Afrika. Pelayaran ini membuktikan teori Copernicus dan Galileo bahwa bumi itu bulat, bahkan setelah itu mereka tahu bahwa bumi lebih luas daripada yang mereka bayangkan.
• Pengampunan Dosa
Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam. Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.
Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seantero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.
Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.
Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.
Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.
Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.
Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.
Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya.
2.3 FAKTOR-FAKTOR KEBANGKITAN DUNIA ISLAM
1. Pemahaman umat akan kehidupan pemerintahan yang beraneka ragam yang menerapkan kapitalisme, sosialisme, dan sekularisme yang tampak jelas kelemahannya dalam mewujudkan kebahagiaan bagi manusia atau mencapai kebangkitan dan memperbaiki kondisi mereka.
2. Pemahaman umat akan kepalsuan seruan patriotisme dan nasionalisme. Pemahaman ini gagal menyatukan kelompok-kelompok bangsa yang satu, apalagi untuk menyatukan umat.
3. Kemunculan sejumlah harakah, partai dan kelompok Islam yang menyerukan Islam secara umum atau menyerukan kebangkitan dengan asas Islam.
4. Pemahaman umat akan permusuhan nyata negara-negara kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Perhatian umat terhadap langkah-langkah negara kafir dalam menanamkan doktrin, nilai-nilai dan propaganda kepada kaum Muslim. Doktrin, tata-nilai dan propaganda kufur mereka itu di antaranya berupa seruan kebebasan, demokrasi, penjagaan Hak Asasi Manusia dan sebagainya. Jika perkaranya berkaitan dengan kaum Muslim maka lihat perkataan James Baker – Menhan AS terdahulu – bahwa demokrasi tidak layak bagi bangsa-bangsa Timur Tengah. Lihatlah Perancis, penyeru kebebasan, yang justru mengumumkan akan mengintervensi Aljazair secara militer jika FIS memegang pemerintahan. Lihatlah AS dan sikapnya terhadap pencaplokan tanah, yaitu Israel. Padahal AS mengetahui kebengisan dan dosa Israel karena hal itu tidak perlu penjelasan. Lihatlah Inggris yang bersegera menyematkan cap teroris dan fundamentalis kepada kaum Muslim yang berjuang untuk Islam. Inggrislah yang mereka-reka istilah fundamentalisme dengan sangat getol dikaitkan dengan setiap aktivitas fisik menentang pemerintahan yang menekan berbagai bangsa karena Islam mereka. Masih banyak lagi contoh yang tidak cukup tempat untuk memaparkannya.
5. Kedudukan dan posisi tawar kaum Muslim terus menukik turun. Kemiskinan, kehinaan, penyakit dan sebagainya terus menyebar di tengah-tengah kaum Muslim di dunia. Hal itu menyebabkan kaum Muslim mulai berpikir mengenai metode menyelesaikannya dan mulai berjuang demi kebangkitan.
6. Munculnya sistem-sistem tiranik yang terus menimpakan tekanan, siksaan, paksaan dan kezaliman. Hal itu menyebabkan kaum Muslim mulai berpikir tentang perubahan, mencari metode paling efektif yang bisa mengantarkan pada kebangkitan yang benar serta membebaskan dari ketidakadilan dan kejahatan.
2.4 KESADARAN AKAN KETERPURUKAN
Ibnu Taimiyah
Abul Abbas Taqiuddin Ahmad bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah al Harrani (Bahasa Arab: أبو عباس تقي الدين أحمد بن عبد السلام بن عبد الله ابن تيمية الحراني), atau yang biasa disebut dengan nama Ibnu Taimiyah saja (lahir: 22 Januari 1263/10 Rabiul Awwal 661 H – wafat: 1328/20 Dzulhijjah 728 H), adalah seorang pemikir dan ulama Islam dari Harran, Turki.
Ibnu Taymiyyah berpendapat bahwa tiga generasi awal Islam, yaitu Rasulullah Muhammad SAW dan Sahabat Nabi, kemudian Tabi'in yaitu generasi yang mengenal langsung para Sahabat Nabi, dan Tabi'ut tabi'in yaitu generasi yang mengenal langsung para Tabi'in, adalah contoh yang terbaik untuk kehidupan Islam.
Semenjak kecil sudah terlihat tanda-tanda kecerdasannya. Begitu tiba di Damaskus, ia segera menghafalkan Al-Qur’an dan mencari berbagai cabang ilmu pada para ulama, hafizh dan ahli hadits negeri itu. Kecerdasan serta kekuatan otaknya membuat para tokoh ulama tersebut tercengang. Ketika umurnya belum mencapai belasan tahun, ia sudah menguasai ilmu ushuluddin dan mendalami bidang-bidang tafsir, hadits, dan bahasa Arab. Ia telah mengkaji Musnad Imam Ahmad sampai beberapa kali, kemudian Kutubu Sittah dan Mu’jam At-Thabarani Al-Kabir.
Suatu kali ketika ia masih kanak-kanak, pernah ada seorang ulama besar dari Aleppo, Suriah yang sengaja datang ke Damaskus khusus untuk melihat Ibnu Taimiyah yang kecerdasannya menjadi buah bibir. Setelah bertemu, ia memberikan tes dengan cara menyampaikan belasan matan hadits sekaligus. Ternyata Ibnu Taimiyah mampu menghafalkannya secara cepat dan tepat. Begitu pula ketika disampaikan kepadanya beberapa sanad, iapun dengan tepat pula mampu mengucapkan ulang dan menghafalnya, sehingga ulama tersebut berkata: "Jika anak ini hidup, niscaya ia kelak mempunyai kedudukan besar, sebab belum pernah ada seorang bocah sepertinya".
Sejak kecil ia hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama sehingga mempunyai kesempatan untuk membaca sepuas-puasnya kitab-kitab yang bermanfaat. Ia menggunakan seluruh waktunya untuk belajar dan belajar dan menggali ilmu, terutama tentang Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.
Ibnu Taymiyyah amat menguasai ilmu rijalul hadits (perawi hadits) yang berguna dalam menelusuri Hadits dari periwayat atau pembawanya dan Fununul hadits (macam-macam hadits) baik yang lemah, cacat atau shahih. Ia memahami semua hadits yang termuat dalam Kutubus Sittah dan Al-Musnad. Dalam mengemukakan ayat-ayat sebagai hujjah atau dalil, ia memiliki kehebatan yang luar biasa, sehingga mampu mengemukakan kesalahan dan kelemahan para mufassir atau ahli tafsir. Tiap malam ia menulis tafsir, fiqh, ilmu 'ushul sambil mengomentari para filusuf . Sehari semalam ia mampu menulis empat buah kurrosah (buku kecil) yang memuat berbagai pendapatnya dalam bidang syari'ah. Ibnul Wardi menuturkan dalam Tarikh Ibnul Wardi bahwa karangannya mencapai lima ratus judul. Karya-karyanya yang terkenal adalah Majmu' Fatawa yang berisi masalah fatwa fatwa dalam agama Islam
2.5 MAKNA KEBANGKITAN DUNIA ISLAM
Pengertian kebangkitan (ash-shahwah) yang langsung terlintas di dalam benak adalah kata: shaha-yashhu; yakni bangun dari tidur. Akan tetapi, tatkala kita membicarakan kebangkitan Islam (ash-shahwah al-Islamiyyah) maka maknanya benar-benar berbeda meskipun bahwa umat ini sedang dalam kondisi terlena dari agamanya. Keadaan umat ini bagaikan orang yang sedang tidur, yang terlena dari kesadarannya. Realitanya, kedua pengertian tersebut memiliki banyak kedekatan makna. Karena itu, penjelasan makna ash-shahwah (kebangkitan) secara bahasa dan istilah sangat bermanfaat dan menghantarkan untuk menjelaskan maksud dari tulisan buku ini dalam mewujudkan kebangkitan.
Inilah pengertian etimologis dari kata bangkit dan kebangkitan. Adapun makna istilah kata kebangkitan (ash-shahwah) sebagaimana diketahui adalah kebangkitan dari keterpurukan dan keterlenaan serta dari ketiadaan pemahaman terhadap realita hakiki yang menjadi realita hidup umat. Hal itu akibat dari banyak faktor yang menutupi umat dari kebenaran; memalingkan umat dari memahami realita; dan kewaspadaan umat terhadap realita ini serta upaya umat untuk mengubah dan membebaskan diri darinya menuju realita yang lebih mulia.
2.6 SYARAT-SYARAT KEBANGKITAN DUNIA ISLAM
1. Pengetahuan Islam yang mendalam. Berbagai disiplin ilmu harus dikuasai dengan baik semisal kalam, akhlak, fikih, Al-Quran, Hadist dan cabang-cabang keilmuan Islam lainnya. Sejak 11 September, Amerika memaksakan pemahaman tentang Islam masuk ke sekolah-sekolah umat Islam sesuai dengan yang mereka inginkan.
2. Islam tidak bersifat personal. Persoalan-persoalan kaum Musliman di belahan dunia manapun menjadi tanggung jawab seorang Muslim. Apa yang terjadi di Palestina telah menjadi perhatian serius Imam Khomeini. Imam menyerukan untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina.
3. Berupaya untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis antarberbagai kelompok dalam masyarakat, demokrasi hanyalah metode. Demokrasi Barat didasari nilai-nilai liberalisme dan humanisme, sedangkan bagi Imam Khomeini demokrasi harus diisi dengan nilai-nilai Islam yang suci. Dalam penilaian Larijani, praktek demokrasi ala Barat telah gagal dalam menciptakan situasi yang damai. Padahal, politik yang sebenarnya adalah bagaimana seluruh umat beragama hidup berdampingan secara damai dan harmonis, ucapnya. Imam Khomeini senantiasa menekankan pentingnya hidup harmonis dengan penuh kasih sayang terhadap seluruh umat manusia. Dan Imam bertindak sangat tegas terhadp musuh-musuh Islam dan kemanusiaan, yakni Amerika, Israel dan antek-anteknya.
4. Menekankan pentingnya bangsa-bangsa Muslim menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ia mencontohkan bagaimana kemajuan yang pesat Iran dalam bidang sains dan teknologi sejak kemenangan revolusi. Berbagai bidang seperti medis, pertanian, pertahanan hingga teknologi tinggi seperti nuklir.
5. Menyeru kaum Muslimin untuk memperkuat infrastruktur ekonomi dan pertahanan. Kemajuan teknologi rudal balistik yang dikuasai Iran, bagi Larijani bukanlah untuk menyerang, tapi tindakan defensif dari serbuan ataupun serangan musuh-musuh Iran.
2.7 TANDA-TANDA KEBANGKITAN ISLAM
Tanda – tanda kebangkitan Islam telah dimulai, saat ini telah diawali dengan dari adanya jam pemersatu umat islam di dunia yang akan dipusatkan di Mekah. Jam yang terbesar di dunia ini dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss dengan ketinggian enam kali lebih tinggi dari Big Ben di Inggris.
Kantor berita Arab Saudi mengatakan menara yang dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss ini, memiliki ketinggian sekitar 600 meter, atau kira-kira enam kali melebihi tingginya Big Ben, jam yang sangat terkenal di London. Bagian depan jam ini akan didekorasi dengan mozaik kaca dan terbuat dari karbon fiber, bahan yang sangat kuat dan digunakan pada pesawat luar angkasa dan teknologi lainnya.
Dua muka utama jam ini memiliki luas 43 meter persegi. Pengunjung dapat berdiri di teras di bawah jam itu untuk melihat pemandangan kota. Jam ini menghadap ke Masjid Agung Mekkah dari atas gedung kedua tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa, di Dubai.
Dari empat sisi jam, hanya satu sisi jam yang sudah berhasil diselesaikan. Tampak penunjuk waktu raksasa itu dipenuhi dengan kemewahan, karena dipenuhi dengan 98 juta mosaik kaca. Setiap sisi dari jam raksasa ini akan menyertakan tulisan “AllahuAkbar” dalam bahasa arab dan dilengkapi dengan lampu yang berwarna-warni.
Menara jam ini merupakan bagian dari hotel Abraj Al-Bait dan komplek perumahan yang dibangun oleh kelompok konstruksi Saudi Bin Laden Group. Merupakan fitur dari kompleks hotel tujuh menara Abdulaziz. Media setempat mengatakan bahwa proyek menara jam ini menelan biaya $ US3 miliar.
Uji coba jam ini akan berlangsung selama tiga bulan ini, akan diawali pertama kali pada pekan pertama bulan Ramadhan. “Jam ini akan mulai berdetak minggu ini untuk menandai permulaan Ramadan. Tepatnya setelah 00:00 pagi di hari pertama bulan suci Ramadhan” begitu rilis pers dari kantor berita Saudi, SPA.
Menurut pembuatnya, jam ini dapat dilihat dari kejauhan hingga 25 kilometer. Selain itu, jam ini juga akan dilengkapi dengan dek obsevatoruim pada bagian bawahnya. Jam ini diharapkan akan menjadi patokan waktu shalat bagi umat muslim di seluruh dunia. Bahkan pemerintah Arab Saudi berharap jam itu akan menjadikan kota suci itu sebagai alternatif standar waktu Greenwich.
Mungkin inilah saatnya kebangkitan Islam akan segera terwujud, sebagaimana keterangan dari hadits berikut ini: “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak menngangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam” (HR. Ahmad dan al-Bazar)
Kandungan yang terdapat dalam hadits ini yaitu memberitahukan lima periode perjalanan kaum Muslim sejak masa kenabian. Periode pertama adalah periode kenabian. Periode kedua adalah periode khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Para Ulama sepakat bahwa periode khilafah rasyidah adalah periode khilafah yang berjalan diatas manhaj kenabian. Periode ketiga adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang zalim. Periode keempat adalah periode pemerintahan dan kekuasaan jabbariyah (diktator). Dan periode terakhir adalah periode kembalinya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.
Dengan demikian, khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian ini akan segera tegak kembali. Hal ini adalah pasti sebagai janji dari Allah SWT dan tanda-tandanya sudah mulai muncul kepermukaan.
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
Sejarah Islam di dunia mencatat bahwa Islam menjadi satu-satunya agama yang berkembang paling cepat. Nabi Muhammad hidup hanya usia 63 th, beliau menjadi nabi sejak usia 40 th, dan hanya 23 th saja beliau menjadi mampu mendidik generasi Islam yang luar biasa. Generasi-generasi Islam yang mampu menguasai peradaban dunia dalam kurun waktu ± 13 abad dan menciptaka sejarah Islam di dunia dengan citra yang baik.
Sejarah Islam di dunia berlangsung dari abad ke-6 Masehi hingga abad ke-12 Masehi. Dimulai dari periode kepemimpinan Nabi Muahammad SAW ( 622-632 M ), kemudian diteruskan oleh generasi Khulafaurasyidin ( 750-1258 M), kemudian masa kekhalifahan bani Umayyah ( 661-750 M ), dan Bani Abbasiyah ( 750-1258 M ) hingga terakhir rutuhnya kekhalifahan Turki Usmani pada tanggal 3 Maret 1924 M.
Kemunduran islam terjadi karena adanya faktor internal maupun eksternal. Diantaranya kurang pemahaman terhadap agama itu sendiri, yang tidak mau berpegang teguh pada al qur’an dan sunnah, gerakan kristenisasi, penjelajahan samudera, pengampunan dosa, dll.
Adapun makna istilah kata kebangkitan (ash-shahwah) sebagaimana diketahui adalah kebangkitan dari keterpurukan dan keterlenaan serta dari ketiadaan pemahaman terhadap realita hakiki yang menjadi realita hidup umat.
Kelompok-kelompok yang tidak terorganisasi dan tidak berpolitik merupakan fondasi real bagi kebangkitan Islam yang tidak direkayasa, apalagi mereka merupakan sumber pijakan bagi kelompok-kelompok lain, baik yang moderat dan ekstrem, maupun yang a-politis.
Syarat-syarat kebangkitan islam :
Pengetahuan Islam yang mendalam
Islam tidak bersifat personal
Berupaya untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis antarberbagai kelompok dalam masyarakat, demokrasi hanyalah metode
Menekankan pentingnya bangsa-bangsa Muslim menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Menyeru kaum Muslimin untuk memperkuat infrastruktur ekonomi dan pertahanan.
Faktor-faktornya :
Pemahaman umat akan kehidupan pemerintahan yang beraneka ragam
Pemahaman umat akan kepalsuan seruan patriotisme dan nasionalisme
Kemunculan sejumlah harakah, partai dan kelompok Islam yang menyerukan Islam
Pemahaman umat akan permusuhan nyata negara-negara kafir terhadap Islam dan kaum Muslim
Kedudukan dan posisi tawar kaum Muslim terus menukik turun
Munculnya sistem-sistem tiranik yang terus menimpakan tekanan, siksaan, paksaan dan kezaliman.
kardio_kasus gagal jantung
Diposting oleh elfrida prastiwi di 05.39KASUS
Bp. H (50 tahun) dibawa keluarganya ke UGD RS karena mengeluh sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Ini adalah serangan sesak napas yang kedua kalinya. Serangan pertama terjadi 6 bulan yang lalu, sesak napas kali ini dirasakan lebih parah dibanding serangan pertama.
Sesak napas timbul pada saat pasien berbaring dan sedikit berkurang dengan posisi setengah duduk. Hasil pemeriksaan fifik yang dilakukan oleh perawat Budi didapatkan:
Tekanan Darah 90/60 mmHg
Keringat dingin, vena juguler tampak membesar pada saat auskultasi dinding dada didapatkan suara ronchi dibagian basal paru dan suara galop diarea mitral. Bp. H mempunyai riwayat darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu. Saat ini merasa lemas, bicara terputus-putus.
• Rencana pemeriksaan : EKG, Rongent Torax
• Terapi : Lasix, Digoksin, Laxadin
Pertanyaan:
1. Bagaimana Patofisiologi Gagal Jantung? (kolis)
2. Apa saja Tanda dan Gejala Penyakit Gagal jantung? (elfrida)
3. Apa faktor penyebab dari Gagal Jantung? (ukky)
4. Apa saja Pemeriksaan penunjang Gagal Jantung? (umy)
5. Bagaimana pengobatan penyakit Gagal jantung? (fuad)
6. Apa yang harus dilakukan oleh seorang perawat untuk pertama kali dalam menangani penyakit gagal Jantung? (ratna dewi)
7. Mengapa dalam kasus diatas muncul keringat dingin dan vena juguler tampak membesar? (ugik)
8. Bagamana Askep Gagal Jantung? (ugik)
Jawab:
1. Gagal Jantung merupakan sindrom klinis yang kompleks dengan gejala-gejala yang tipikal dari sesak napas (dispneu) dari mudah lelah (fatigue) yang dihubungkan dengan kerusakan fungsi maupun struktur dari jantung yang menggangu kemampuan ventrikel untuk mengisi dan mengeluarkan darah ke sirkulasi. Gagal jantung umumnya didapatkan pada populasi usia tua, serta pada orang-orang yang selamat dari infrak miokard dengan kerusakan otot jantung persisten. Entitas gagal jantung mudah sekali diketahui oleh dokter yang berpengalaman, dapat ditemukan di komunitas masyarakat dan pengobatan yang tepat dapat mengurangi morbiditas dan mortalitasnya. Walaupun biomelekuler dan fisiologi yang terintergrasi dengan gagal jantung masih belum dapat dipahami, beberapa konsep dan prinsip patofiologi telah berkembang dalam satu dekade terakhir ini. Kunci utama gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk bekerja sebagai pompa. Respon-respon tubuh berupa respon adaptif sekunder tetap mempertahankan fungsi sirkulasi jangka pendek, tetapi kemudian akan menjadi maladaptif dan menjadi gagal jantung kronis. Respon-respon adaptasi pada gagal jantung ini terjadi pada sirkulasi perifer, ginjal maupun otot jantung. Perubahan ini mengakibatkan timbulnya sindrom klinis gagal jantung. Pemahaman bagaimana perubahan ini terjadi menghasilkan pandangan dalam patofisiologi gagal jantung
2. Tanda dan gejala gagal jantung
• Gagal jantung sebelah kiri ; menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak napas yang hebat. Pada awalnya sesak napas hanya dirasakan saat seseorang melakukan aktivitas, tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit maka sesak napas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Sedangkan tanda lainnya adalah cepat letih (fatigue), gelisah/cemas (anxity), detak jantung cepat (tachycardia), batuk-batuk serta irama detak jantung tidak teratur (arrhythmia).
• Gagal jantung sebelah kanan ; cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung, sehingga hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut (ascites) dan hati (hepatomegaly). Tanda lainnya adalah mual dan muntah, keletihan, detak jantung cepat serta sering buang air kecil di malam hari (Nocturia).
3. Faktor Penyebab gagal jantung :
Penyakit arteri koroner yang menyababkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung.
Kerusakan otot jantung bisa disebabkan oleh :
- Miokarditis (infeksi otot jantung karena bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya)
- Diabetes
- Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
- Kegemukan atau obesitas
Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah diantara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama. Selain itu, kebocoran katup jantung bisa menyababkan darah mengalir balik ke tempat asalnya. Keadaan ini akan meningkatkan beban kerja otot jantung, yang pada akhirnya bisa melemahkan kekuatan kontraksi jantung.
4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa CHF yaitu : pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) yang memberikan gambaran adanya hipertropi atrial atau ventrikel, penyimpangan aksis, iskemia, disritmia, takikardi, fibrilasi atrial dan X-foto thoraks yang dapat menunjukkan adanya pembesaran jantung,baik yang mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik, atau perubahan dalam pembuluh darah abnormal. Sedangkan pada kasus kami gambaran EKG menunjukkan AF rapidrespon (HR :120 x/m), dan X- foto thoraks memberikan kesan adanya pembesaran jantung.
5. Pengobatan gagal jantung
Dalam penatalaksanaan atau perawatan pasien dengan kasus penyakit gagal jantung, ada tiga hal mendasar yang menjadi acuan, diantaranya; pengobatan terhadap gagal jantung itu sendiri, pengobatan terhadap penyakit yang mendasari, dan pengobatan terhadap faktor pencetus. Termasuk dalam pengobatan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung. Sedangkan penanganan secara umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan kelembaban, oksigen, pemberian cairan dan diet.
Pemberian obat-obatan, seperti obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator : hidralazin), venodilator (nitrat, nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), diuretik serta obat-obatan disritmia.
Tindakan pembedahan, hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif) dan penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup).
7.
Gejala utama gagal jantung adalah sesak. Penyebab sesak adalah vascular congestion (bendungan aliran darah) akibat peningkatan preload jantung kiri sehingga menurunkan oksigenasi pulmonal. Penyebab sesak yang lain adalah turunnya perfusi jaringan perifer.
Macam-macam sesak bisa berupa orthopnea yaitu sesak ketika terlentang dan berkurang dengan meninggikan kepala. Ini terjadi karena terjadi penumpukan aliran balik yang menyebabkan peningkatan tekanan pengisian ventrikel kiri. Derajat orthopnea dapat dinilai dengan banyaknya bantal yang digunakan oleh penderita.
Tipe sesak yang lain adalah paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) yaitu sesak mendadak di tengah malam. Alasan terjadinya sama seperti pada orthopnea yaitu peningkatan tekanan pengisian ventrikel kiri. Biasanya pasien terbangun dan ingin menambah bantal lagi sehingga kepala lebih tinggi.
Gejala batuk dapat menyertai sesak. Batuk biasanya berdahak berwarna merah muda, dahak berbusa dan kadang-kadang ada serat darah sebagai akibat edema (pembengkakan) paru. Pasien juga tampak cemas.
Selain itu pasien dapat mengalami nocturia yaitu banyak kencing di malam hari sebagai akibat dari peningkatan renal blood flow (aliran darah ke ginjal) pada malam hari.
8.ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG
A. Pengkajian
Gagal serambi kiri/kanan dari jantung mengakibatkan ketidakmampuan memberikan keluaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan menyebabkan terjadinya kongesti pulmonal dan sistemik . Karenanya diagnostik dan teraupetik berlnjut . GJK selanjutnya dihubungkan dengan morbiditas dan mortalitas.
1. Aktivitas/istirahat
a. Gejala : Keletihan/kelelahan terus menerus sepanjang hari, insomnia, nyeri dada dengan aktivitas, dispnea pada saat istirahat.
b. Tanda : Gelisah, perubahan status mental mis : letargi, tanda vital berubah pad aktivitas.
2. Sirkulasi
a. Gejala : Riwayat HT, IM baru/akut, episode GJK sebelumnya, penyakit jantung , bedah jantung , endokarditis, anemia, syok septic, bengkak pada kaki, telapak kaki, abdomen.
b. Tanda :
TD ; rendah (gagal pemompaan).
1) Tekanan Nadi ; mungkin sempit.
2) Irama Jantung ; Disritmia.
3) Frekuensi jantung ; Takikardia.
4) Nadi apical ; PMI menyebar dan merubah
posisi secara inferior ke kiri.
5) Bunyi jantung ; S3 (gallop) adalah diagnostik, S4 dapat
terjadi, S1 dan S2 mungkin melemah.
6) Murmur sistolik dan diastolic.
7) Warna ; kebiruan, pucat abu-abu, sianotik.
8) Punggung kuku ; pucat atau sianotik dengan pengisian
kapiler lambat.
9) Hepar ; pembesaran/dapat teraba.
10) Bunyi napas ; krekels, ronkhi.
11) Edema ; dependen, umum atau pitting
khususnya pada ekstremitas.
a. Integritas ego
i. Gejala : Ansietas, kuatir dan takut. Stres yang berhubungan dengan penyakit/keperihatinan finansial (pekerjaan/biaya perawatan medis)
ii. Tanda : Berbagai manifestasi perilaku, mis : ansietas, marah, ketakutan dan mudah tersinggung.
b. Eliminasi
Gejala : Penurunan berkemih, urine berwana gelap, berkemih malam hari (nokturia), diare/konstipasi.
c. Makanan/cairan
i. Gejala : Kehilangan nafsu makan, mual/muntah, penambhan berat badan signifikan, pembengkakan pada ekstremitas bawah, pakaian/sepatu terasa sesak, diet tinggi garam/makanan yang telah diproses dan penggunaan diuretic.
ii. Tanda : Penambahan berat badan cepat dan distensi abdomen (asites) serta edema (umum, dependen, tekanan dn pitting).
d. Higiene
i. Gejala : Keletihan/kelemahan, kelelahan selama aktivitas Perawatan diri.
ii. Tanda : Penampilan menandakan kelalaian perawatan personal.
e. Neurosensori
i. Gejala : Kelemahan, pening, episode pingsan.
ii. Tanda : Letargi, kusut pikir, diorientasi, perubahan perilaku dan mudah tersinggung.
f. Nyeri/Kenyamanan
i. Gejala : Nyeri dada, angina akut atau kronis, nyeri abdomen kanan atas dan sakit pada otot.
ii. Tanda : Tidak tenang, gelisah, focus menyempit dan perilaku melindungi diri.
g. Pernapasan
i. Gejala : Dispnea saat aktivitas, tidur sambil duduk atau dengan beberapa bantal, batuk dengn/tanpa pembentukan sputum, riwayat penyakit kronis, penggunaan bantuan pernapasan.
ii. Tanda :
1. Pernapasan; takipnea, napas dangkal, penggunaan otot asesori pernapasan.
2. Batuk : Kering/nyaring/non produktif atau mungkin batuk terus menerus dengan/tanpa pemebentukan sputum.
3. Sputum ; Mungkin bersemu darah, merah muda/berbuih (edema pulmonal)
4. Bunyi napas ; Mungkin tidak terdengar.
5. Fungsi mental; Mungkin menurun, kegelisahan, letargi.
6. Warna kulit ; Pucat dan sianosis.
h. Keamanan
Gejala : Perubahan dalam fungsi mental, kehilangankekuatan/tonus otot, kulit lecet.
i. Interaksi sosial
Gejala : Penurunan keikutsertaan dalam aktivitas sosial yang biasa dilakukan.
i. Gejala : menggunakan/lupa menggunakan obat-obat jantung, misalnya : penyekat saluran kalsium.
ii. Tanda : Bukti tentang ketidak berhasilan untuk meningkatkan.
B.Diagnosa Keperawatan
Penurunan curah jantung berhubungan dengan ; Perubahan kontraktilitas miokardial/perubahan inotropik, Perubahan frekuensi, irama dan konduksi listrik, Perubahan structural, ditandai dengan ;
iii. Peningkatan frekuensi jantung (takikardia) : disritmia, perubahan gambaran pola EKG
iv. Perubahan tekanan darah (hipotensi/hipertensi).
v. Bunyi ekstra (S3 & S4)
vi. Penurunan keluaran urine
vii. Nadi perifer tidak teraba
viii. Kulit dingin kusam
ix. Ortopnea,krakles, pembesaran hepar, edema dan nyeri dada.
Tujuan
Klien akan : Menunjukkan tanda vital dalam batas yang dapat diterima (disritmia terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung , Melaporkan penurunan epiode dispnea, angina, Ikut serta dalam aktivitas yang mengurangi beban kerja jantung.
Intervensi
a. Auskultasi nadi apical ; kaji frekuensi, irama jantung
Rasional : Biasnya terjadi takikardi (meskipun pada saat istirahat) untuk mengkompensasi penurunan kontraktilitas ventrikel.
b. Catat bunyi jantung
Rasional : S1 dan S2 mungkin lemah karena menurunnya kerja pompa. Irama Gallop umum (S3 dan S4) dihasilkan sebagai aliran darah kesermbi yang disteni. Murmur dapat menunjukkan Inkompetensi/stenosis katup.
c. Palpasi nadi perifer
Rasional : Penurunan curah jantung dapat menunjukkan menurunnya nadi radial, popliteal, dorsalis, pedis dan posttibial. Nadi mungkin cepat hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi dan pulse alternan.
d. Pantau TD
Rasional : Pada GJK dini, sedng atu kronis tekanan drah dapat meningkat. Pada HCF lanjut tubuh tidak mampu lagi mengkompensasi danhipotensi tidak dapat norml lagi.
e. Kaji kulit terhadp pucat dan sianosis
Rasional : Pucat menunjukkan menurunnya perfusi perifer ekunder terhadap tidak dekutnya curh jantung; vasokontriksi dan anemia. Sianosis dapt terjadi sebagai refrakstori GJK. Area yang sakit sering berwarna biru atu belang karena peningkatan kongesti vena.
f. Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/masker dan obat sesuai indikasi (kolaborasi)
Rasional : Meningkatkn sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk melawan efek hipoksia/iskemia. Banyak obat dapat digunakan untuk meningkatkan volume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas dan menurunkan kongesti.
g. Aktivitas intoleran berhubungan dengan : Ketidak seimbangan antar suplai okigen. Kelemahan umum, Tirah baring lama/immobilisasi. Ditandai dengan : Kelemahan, kelelahan, Perubahan tanda vital, adanya disrirmia, Dispnea, pucat, berkeringat.
Tujuan /kriteria evaluasi :
Klien akan : Berpartisipasi pad ktivitas yang diinginkan, memenuhi perawatan diri sendiri, Mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oelh menurunnya kelemahan dan kelelahan.
Intervensi
a. Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas, khususnya bila klien menggunakan vasodilator,diuretic dan penyekat beta.
Rasional : Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas karena efek obat (vasodilasi), perpindahan cairan (diuretic) atau pengaruh fungsi jantung.
b. Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat takikardi, diritmia, dispnea berkeringat dan pucat.
Rasional : Penurunan/ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas dpat menyebabkan peningkatan segera frekuensi jantung dan kebutuhan oksigen juga peningkatan kelelahan dan kelemahan.
c. Evaluasi peningkatan intoleran aktivitas.
Rasional : Dapat menunjukkan peningkatan dekompensasi jantung daripada kelebihan aktivitas.
d. Implementasi program rehabilitasi jantung/aktivitas (kolaborasi)
Rasional : Peningkatan bertahap pada aktivitas menghindari kerja jantung/konsumsi oksigen berlebihan. Penguatan dan perbaikan fungsi jantung dibawah stress, bila fungsi jantung tidak dapat membaik kembali,
1) Kelebihan volume cairan berhubungan dengan : menurunnya laju filtrasi glomerulus (menurunnya curah jantung)/meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium/air. ditandai dengan : Ortopnea, bunyi jantung S3, Oliguria, edema, Peningkatan berat badan, hipertensi, Distres pernapasan, bunyi jantung abnormal.
Tujuan /kriteria evaluasi,
Klien akan : Mendemonstrasikan volume cairan stabil dengan keseimbangan masukan danpengeluaran, bunyi nafas bersih/jelas, tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, berat badan stabil dan tidak ada edema., Menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan individual.
Intervensi :
a. Pantau pengeluaran urine, catat jumlah dan warna saat dimana diuresis terjadi.
Rasional : Pengeluaran urine mungkin sedikit dan pekat karena penurunan perfusi ginjal. Posisi terlentang membantu diuresis sehingga pengeluaran urine dapat ditingkatkan selama tirah baring.
b. Pantau/hitung keseimbangan pemaukan dan pengeluaran selama 24 jam
Rasional : Terapi diuretic dapat disebabkan oleh kehilangan cairan tiba-tiba/berlebihan (hipovolemia) meskipun edema/asites masih ada.
c. Pertahakan duduk atau tirah baring dengan posisi semifowler selama fase akut.
Rasional : Posisi tersebut meningkatkan filtrasi ginjal dan menurunkan produksi ADH sehingga meningkatkan diuresis.
d. Pantau TD dan CVP (bila ada)
Rasional : Hipertensi dan peningkatan CVP menunjukkan kelebihan cairan dan dapat menunjukkan terjadinya peningkatan kongesti paru, gagal jantung.
e. Kaji bisisng usus. Catat keluhan anoreksia, mual, distensi abdomen dan konstipasi.
Rasional : Kongesti visceral (terjadi pada GJK lanjut) dapat mengganggu fungsi gaster/intestinal.
f. Pemberian obat sesuai indikasi (kolaborasi)
g. Konsul dengan ahli diet.
Rasional : perlu memberikan diet yang dapat diterima klien yang memenuhi kebutuhan kalori dalam pembatasan natrium.
2) Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan : perubahan menbran kapiler-alveolus.
Tujuan /kriteria evaluasi,
Klien akan : Mendemonstrasikan ventilasi dan oksigenisasi dekuat pada jaringan ditunjukkan oleh oksimetri dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernapasan., Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam btas kemampuan/situasi.
Intervensi :
a. Pantau bunyi nafas, catat krekles
Rasional : menyatakan adnya kongesti paru/pengumpulan secret menunjukkan kebutuhan untuk intervensi lanjut.
b. Ajarkan/anjurkan klien batuk efektif, nafas dalam.
Rasional : membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran oksigen.
c. Dorong perubahan posisi.
Rasional : Membantu mencegah atelektasis dan pneumonia.
d. Kolaborasi dalam Pantau/gambarkan seri GDA, nadi oksimetri.
Rasional : Hipoksemia dapat terjadi berat selama edema paru.
e. Berikan obat/oksigen tambahan sesuai indikasi
3) Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama, edema dan penurunan perfusi jaringan.
Tujuan/kriteria evaluasi
Klien akan : Mempertahankan integritas kulit, Mendemonstrasikan perilaku/teknik mencegah kerusakan kulit.
Intervensi
a. Pantau kulit, catat penonjolan tulang, adanya edema, area sirkulasinya terganggu/pigmentasi atau kegemukan/kurus.
Rasional : Kulit beresiko karena gangguan sirkulasi perifer, imobilisasi fisik dan gangguan status nutrisi.
b. Pijat area kemerahan atau yang memutih
Rasional : meningkatkan aliran darah, meminimalkan hipoksia jaringan.
c. Ubah posisi sering ditempat tidur/kursi, bantu latihan rentang gerak pasif/aktif.
Rasional : Memperbaiki sirkulasi waktu satu area yang mengganggu aliran darah.
d. Berikan perawtan kulit, minimalkan dengan kelembaban/ekskresi.
Rasional : Terlalu kering atau lembab merusak kulit/mempercepat kerusakan.
e. Hindari obat intramuskuler
Rasional : Edema interstisial dan gangguan sirkulasi memperlambat absorbsi obat dan predisposisi untuk kerusakan kulit/terjadinya infeksi..
4) Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan program pengobatan berhubungan dengan kurang pemahaman/kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung/penyakit/gagal, ditandai dengan : Pertanyaan masalah/kesalahan persepsi, terulangnya episode GJK yang dapat dicegah.
Tujuan/kriteria evaluasi
Klien akan :
a. Mengidentifikasi hubungan terapi untuk menurunkan episode berulang dan mencegah komplikasi.
b. Mengidentifikasi stress pribadi/faktor resiko dan beberapa teknik untuk menangani.
c. Melakukan perubahan pola hidup/perilaku yang perlu.
Intervensi
a. Diskusikan fungsi jantung normal
Rasional : Pengetahuan proses penyakit dan harapan dapat memudahkan ketaatan pada program pengobatan.
b. Kuatkan rasional pengobatan.
Rasional : Klien percaya bahwa perubahan program pasca pulang dibolehkan bila merasa baik dan bebas gejala atau merasa lebih sehat yang dapat meningkatkan resiko eksaserbasi gejala.
c. Anjurkan makanan diet pada pagi hari.
Rasional : Memberikan waktu adequate untuk efek obat sebelum waktu tidur untuk mencegah/membatasi menghentikan tidur.
d. Rujuk pada sumber di masyarakat/kelompok pendukung suatu indikasi
Rasional : dapat menambahkan bantuan dengan pemantauan sendiri/penatalaksanaan dirumah.

